Indonesia Berpotensi Tingkatkan Ekspor Pupuk Global, Kebutuhan Dalam Negeri Tetap Diutamakan

Putri Anisa Yuliani
13/4/2026 20:52
Indonesia Berpotensi Tingkatkan Ekspor Pupuk Global, Kebutuhan Dalam Negeri Tetap Diutamakan
Pekerja memindahkan pupuk ke kapal untuk didistribusikan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026). Pemerintah menglokasikan anggaran pupuk bersubsidi tahun 2026 sebesar Rp46,87 triliun yang diperuntu(Antara)

LONJAKAN permintaan pupuk di pasar internasional, yang dipicu gangguan rantai distribusi global, membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas peran ekspornya. Khususnya pada komoditas urea.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebelumnya mengungkapkan bahwa sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk alternatif. Hal ini terjadi seiring dengan hambatan distribusi global yang memengaruhi ketersediaan pupuk di berbagai negara.

Beberapa negara seperti India, Australia, dan Filipina disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk mengimpor pupuk dari Indonesia.

“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujarnya sebagaimana dikutip, Senin (13/4).

Harga Pupuk Global Naik, Peluang Indonesia Menguat

Disrupsi distribusi internasional turut memicu kenaikan harga pupuk global dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan pasokan di pasar dunia.

Dari sisi industri, situasi tersebut justru dinilai sebagai momentum strategis bagi Indonesia untuk memperluas kontribusinya dalam pasar pupuk global.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa ketahanan pasokan pupuk nasional didukung oleh kapasitas produksi yang solid. Saat ini, total kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton.

Dengan kapasitas tersebut, Indonesia dinilai memiliki ruang untuk meningkatkan ekspor tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri.

“Di tengah dinamika global yang menekan pasokan di banyak negara, sektor pupuk justru menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih kuat. Dari 9,4 juta ton total kapasitas produksi urea, kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton tergantung dari kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Ekspor Tetap Terukur, Petani Jadi Prioritas

Meski peluang ekspor terbuka lebar, Rahmad menegaskan bahwa kebijakan ekspor tetap dilakukan secara hati-hati. Pemerintah dan pelaku industri memastikan kebutuhan pupuk domestik tetap menjadi prioritas utama, terutama untuk mendukung sektor pertanian nasional.

“Terkait ekspor pupuk, kami senantiasa mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah, dengan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi,” katanya.

Pendekatan ini dinilai mampu memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan nilai ekonomi melalui ekspor, Indonesia juga dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok penting pupuk global di tengah ketidakpastian distribusi internasional.

Kapasitas Produksi Jadi Kunci Stabilitas

Kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk tidak terlepas dari berbagai upaya peningkatan kapasitas dan efisiensi yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah tersebut mencakup optimalisasi produksi hingga perbaikan sistem distribusi, sehingga ketersediaan pupuk tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya