Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.121 imbas Trump Ancam Tutup Selat Hormuz

Andhika Prasetyo
13/4/2026 11:18
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.121 imbas Trump Ancam Tutup Selat Hormuz
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Senin pagi, turun 17 poin atau sekitar 0,10% ke level Rp17.121 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.104. Pelemahan IHSG hari ini dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berkaitan erat dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menutup Selat Hormuz.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ujar Lukman.

Mengutip laporan internasional, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera memulai blokade angkatan laut di Selat Hormuz guna mencegah Iran melakukan apa yang disebutnya sebagai “pemerasan”. Ia juga menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan menghentikan seluruh kapal yang mencoba keluar-masuk jalur tersebut hingga kondisi dinilai aman.

Di sisi lain, Iran melalui Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemennya, Ebrahim Aziz, menyatakan bahwa setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz akan dikenakan pungutan. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya pengelolaan kawasan Teluk Persia sesuai kepentingan nasional Iran.

Kondisi ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi global, yang pada akhirnya turut memengaruhi pergerakan nilai tukar, termasuk rupiah.

“Apabila situasi di Timteng tidak membaik maka harga diperkirakan akan terus melambung dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed,” kata Lukman.

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS dalam waktu dekat, seiring pelaku pasar masih cenderung bersikap hati-hati terhadap perkembangan global.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya