IHSG Hari ini Melemah: Masih Terganggu Iran-AS dan Tipisnya Cadangan Devisa

Andhika Prasetyo
09/4/2026 10:08
IHSG Hari ini Melemah: Masih Terganggu Iran-AS dan Tipisnya Cadangan Devisa
ilustrasi(Antara)

IHSG dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta tekanan eksternal terhadap ekonomi domestik. IHSG hari ini turun 40,75 poin atau 0,56% ke level 7.238,46, sementara indeks LQ45 juga terkoreksi 0,69% ke posisi 728,57.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut level resistance IHSG berada di 7.325, dengan potensi penguatan menuju 7.600 jika mampu ditembus dalam jangka menengah. Namun, sentimen global masih menjadi faktor dominan. Meski sempat tercapai gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, ketegangan belum sepenuhnya mereda.

Donald Trump menyatakan kesepakatan damai sebagai dasar negosiasi, tetapi Iran menuding adanya pelanggaran sejak awal, termasuk aktivitas drone dan konflik di Lebanon. Kondisi tersebut membuat stabilitas kawasan tetap rapuh, bahkan membuka potensi eskalasi lanjutan yang dapat memengaruhi jalur energi global seperti Selat Hormuz. Dampaknya, harga minyak dunia bergerak volatil, dengan minyak WTI dan Brent berada di kisaran 97 dolar AS per barel, mencerminkan tingginya ketidakpastian pasokan.

Dari dalam negeri, tekanan juga datang dari penurunan cadangan devisa Indonesia yang turun menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026, terendah sejak Juli 2024. Penurunan ini dipicu oleh intervensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah, serta tekanan dari arus keluar modal dan melemahnya neraca perdagangan.

Meski masih berada di atas standar kecukupan internasional, tren penurunan devisa mencerminkan meningkatnya biaya stabilisasi di tengah kondisi global yang volatil. Selain itu, isu distribusi energi juga menjadi perhatian pasar. Dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di kawasan Teluk Persia akibat kendala teknis dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz.

Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan komunikasi dengan pihak Iran terus dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi energi. Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan energi domestik tetap aman karena sumber impor minyak telah terdiversifikasi ke negara lain seperti Angola, Nigeria, dan Amerika Serikat.

Dengan kombinasi tekanan geopolitik, volatilitas energi, dan faktor domestik seperti cadangan devisa, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan kecenderungan volatil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya