IHSG Hari Ini Terdampak Harga Avtur dan Isu Global

Andhika Prasetyo
07/4/2026 10:14
IHSG Hari Ini Terdampak Harga Avtur dan Isu Global
ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi bergerak mendatar pada perdagangan Selasa, seiring kombinasi sentimen domestik dan global yang masih beragam. IHSG dibuka menguat tipis 11,85 poin atau 0,17% ke level 7.001,28. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru melemah 0,06% ke posisi 707,35.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan spekulatif yang tinggi. Ia menyebut level 6.920 sebagai support terdekat yang masih cukup kuat untuk menahan tekanan dalam jangka pendek, namun investor disarankan untuk bersikap wait and see.

Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market per Februari 2026.

Sebelumnya, pasar sempat mencemaskan potensi penurunan peringkat akibat isu transparansi kepemilikan saham dan free float. Namun, sejumlah reformasi yang telah dilakukan dinilai menjadi faktor penahan, seperti pembukaan data kepemilikan di atas 1%, publikasi high shareholding concentration (HSC), serta kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.

Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu hasil review bobot indeks Indonesia oleh MSCI pada Mei 2026, yang berpotensi menjadi katalis lanjutan bagi pasar.

Di sisi lain, tekanan datang dari sektor energi, seiring lonjakan harga avtur di Indonesia yang meningkat signifikan hingga 72,45% secara bulanan (month-to-month) pada April 2026.

Kenaikan terjadi di berbagai bandara utama seperti Soekarno-Hatta (CGK), Juanda (SUB), Ngurah Rai (DPS), Kualanamu (KNO), hingga Sultan Hasanuddin (UPG). Sebagai contoh, harga avtur di CGK naik dari Rp13.656 per kiloliter menjadi Rp23.551 per kiloliter.

Kombinasi sentimen global, ketidakpastian arah kebijakan indeks global, serta tekanan biaya energi membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas dalam jangka pendek. Dengan kondisi tersebut, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang terbatas sembari menunggu katalis yang lebih kuat. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya