Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH bergerak cepat meredam keresahan publik terkait lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu pecahnya perang di kawasan Teluk. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan garansi bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepastian ini muncul setelah pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian guna merespons dinamika global, termasuk ancaman penutupan akses Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Iran yang sempat memicu kekhawatiran gangguan rantai pasok energi global.
Bahlil mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam aksi panic buying atau melakukan penimbunan BBM secara gegabah. Ia menegaskan bahwa ketahanan stok BBM nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dengan durasi penyimpanan (storage) berkisar antara 21 hingga 25 hari.
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup. Jadi, yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita nggak ada masalah," tegas Bahlil dilansir dari Antara, Selasa (10/3).
Mantan Menteri Investasi itu juga menjelaskan bahwa gangguan di Timur Tengah tidak berdampak langsung secara ekstrem pada pasokan BBM jadi di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah (crude) dari kawasan tersebut, sementara untuk produk BBM jadi, pasokan berasal dari produksi domestik dan impor dari negara-negara di Asia Tenggara.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran negara masih memiliki ruang yang cukup untuk menyerap (absorb) selisih harga akibat lonjakan minyak mentah dunia yang sempat menembus angka US$100 per barel.
Purbaya menjelaskan bahwa asumsi rata-rata harga minyak dalam APBN berada di level US$70 per barel. Meskipun saat ini terjadi lonjakan tajam, durasi kenaikan yang baru berlangsung beberapa hari dinilai belum akan menggoyang postur anggaran tahunan secara signifikan.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya, sementara subsidi kita hitung setahun penuh. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Kita masih bisa absorb," pungkas Purbaya.
Dengan jaminan dari dua menteri kunci ini, pemerintah memastikan kehadiran negara untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum Ramadhan dan Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi energi nasional. (Ant/Z-10)
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
PENEMUAN sumur gas raksasaa diungkapkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sumur gas tersebut yakni di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, berikut fakta-fakta sumur gas
Sementara untuk BBM subsidi, lanjut dia, harganya tidak akan dinaikkan sampai harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$100.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sampaikan duka mendalam atas wafatnya Nus Kei yang merupakan paman dari John Kei akibat penikaman di Maluku Tenggara. Golkar desak pengusutan tuntas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut harga Pertamax berpotensi naik mengikuti harga minyak dunia, sementara Pertalite dipastikan aman hingga akhir 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan temuan gas 5 TCF dan 300 juta barel kondensat di Blok Ganal, Kalimantan Timur. Produksi diproyeksi capai 2.000 MMSCFD pada 2028.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
IHSG ditutup anjlok 1,61% ke level 7.022 pada Senin (16/3/2026). Investor khawatir defisit fiskal melebar di atas 3% akibat tensi geopolitik & harga minyak.
HARGA minyak mentah dunia dilaporkan resmi menembus angka psikologis US$100 (Sekitar Rp1,7 juta) per barel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved