Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan merupakan kunci utama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, sistem ekonomi berbasis prinsip Islam ini bukan sekadar urusan keuangan, melainkan instrumen untuk memperkuat pelaku usaha mikro dan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Ibas dalam forum dialog bertajuk "Ekonomi Syariah Inklusif, Berkeadilan, Indonesia Maju Sejahtera" di Madiun, Jawa Timur.
"Ekonomi syariah harus mampu memberdayakan masyarakat dari bawah. Jika UMKM dan ekonomi rakyat kuat, maka keluarga kuat, daerah kuat, dan pada akhirnya bangsa kita juga semakin kuat," ujar Ibas melalui keterangannya, Senin (2/3).
Ibas menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, mulai dari rendahnya literasi keuangan hingga sulitnya akses pembiayaan bagi masyarakat desa. Ibas mendorong adanya integrasi yang lebih erat antara dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Ibas juga menekankan pentingnya kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Ia meminta agar prosedur pembiayaan dibuat lebih sederhana namun tetap produktif.
“Permodalan harus mudah diakses, tidak dipersulit. Pembiayaan yang tepat akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.
Dalam sesi dialog, Ibas merespons aspirasi dari dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo serta UIN Ponorogo terkait peran perempuan dalam UMKM dan kendala akses KUR di desa. Ia menyarankan pembentukan komunitas pendamping bagi warga yang ingin mengakses perbankan.
"Kampus dan dosen harus menjadi motor edukasi. Anak muda jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan usaha berbasis nilai syariah yang memberi manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.(H-2)
Ibas menyoroti transformasi Seoul sebagai rujukan global pembangunan infrastruktur terencana.
Kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan memiliki peluang strategis, terutama dalam memadukan keunggulan teknologi Korea dengan bonus demografi serta pasar digital Indonesia.
Perlu ada standar kualitas informasi yang lebih tinggi serta penguatan literasi digital agar masyarakat mampu memilah konten secara kritis.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
Ibas menekankan bahwa nelayan merupakan garda terdepan sekaligus pahlawan pangan laut yang menjaga asupan protein bangsa.
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) instruksikan kader Demokrat perkuat gotong royong & bantu rakyat melalui Safari Ramadan 2026 di Dapil VII Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved