Temui Wamen MOLIT Korsel, Ibas Perkuat Diplomasi Infrastruktur dan Transportasi Berkelanjutan

Rahmatul Fajri
29/4/2026 15:43
Temui Wamen MOLIT Korsel, Ibas Perkuat Diplomasi Infrastruktur dan Transportasi Berkelanjutan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), memimpin delegasi parlemen Indonesia dalam pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan di Seoul. Pertemuan ini fokus pada penguatan diplomasi kebangsaan serta perluasan kerja sama investasi di sektor infrastruktur dan transportasi berkelanjutan.

Delegasi Indonesia diterima langsung oleh Wakil Menteri Pertama MOLIT, Kim Yi-tak. Dalam kesempatan tersebut, Ibas menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan yang telah berjalan hampir 50 tahun harus ditingkatkan melalui kolaborasi proyek nyata yang inovatif.

"Indonesia hadir bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat dan mitra strategis yang ingin menyelaraskan masa depan bersama. Kami percaya pengalaman Korea Selatan dalam membangun infrastruktur visioner dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan Indonesia," ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4/2026).

Ibas menyoroti transformasi Seoul sebagai rujukan global pembangunan infrastruktur terencana. Ia memaparkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp400 triliun pada APBN 2025.

Prioritas pembangunan nasional periode 2025–2029 mencakup konektivitas jalan nasional, ketahanan pangan, perumahan terjangkau, hingga pengembangan Smart Cities. Ibas secara terbuka mengundang Korea Selatan untuk tidak hanya menjadi kontraktor, tetapi mitra investasi strategis, terutama dalam teknologi konstruksi tahan gempa dan Transport-Oriented Development (TOD).

"Efisiensi logistik masih menjadi fokus utama kami, mengingat biayanya mencapai sekitar 23 persen dari PDB. Sinergi dengan MOLIT menjadi sangat penting dalam menjawab tantangan tersebut," tambah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini.

Pertemuan tersebut juga membahas poin-poin spesifik, termasuk proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Pihak Korea Selatan melalui Wakil Menteri Kim Yi-tak menyatakan kesiapan perusahaan-perusahaan asal Negeri Ginseng untuk berpartisipasi dalam proyek moda transportasi tersebut.

Selain itu, kedua belah pihak mendiskusikan pembangunan Smart City Center di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini tengah diupayakan melalui skema Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).

"Melalui pertemuan ini, Korea Selatan berharap dapat memperkuat kerangka kerja sama di bidang infrastruktur transportasi berkelanjutan, smart city, dan perluasan pertukaran antara kedua negara," ungkap Kim Yi-tak.

Dalam kunjungan kerja ini, Ibas didampingi oleh sembilan Anggota Fraksi Partai Demokrat dari berbagai komisi di DPR RI, mulai dari Komisi I hingga Komisi XIII. Kehadiran lintas komisi ini dimaksudkan untuk memastikan dukungan legislasi dan pengawasan terhadap rencana kerja sama infrastruktur yang telah dibicarakan.

Ibas berharap kolaborasi ini menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat kedua negara. "Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi terwujud dalam proyek nyata yang memberikan manfaat langsung," pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya