Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor tertinggi pada perdagangan akhir pekan, Jumat (7/11), setelah ditutup menguat 0,69% atau naik 57,53 poin ke level 8.394,59. Kenaikan ini terjadi meskipun bursa global mayoritas melemah, menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.
"Penguatan IHSG ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil di tengah ketidakpastian eksternal," ujar analis sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana kepada Media Indonesia, Minggu (9/11).
Sentimen positif turut didorong kabar bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) akan meninjau ulang penerapan tarif era Donald Trump terhadap Tiongkok, yang menimbulkan harapan pelonggaran ketegangan dagang global.
Dari dalam negeri, fundamental ekonomi tetap terjaga melalui pertumbuhan yang stabil, likuiditas yang memadai, dan berlanjutnya agenda reformasi struktural pemerintah.
Ia menjelaskan penguatan IHSG turut ditopang oleh kenaikan saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Khusus PTRO, lonjakan harga sahamnya turut dipicu kabar bahwa anak usahanya, PT Hafar Daya Konstruksi (HDK), menandatangani kerja sama proyek senilai US$9,5 juta dengan Petronas Carigali North Madura II Ltd.
Sebaliknya, beberapa emiten seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) justru mencatat tekanan jual. Sementara itu, saham PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) tetap disuspensi menyusul putusan pengadilan yang menyatakan perusahaan tersebut pailit.
Pada level global, mayoritas bursa Asia melemah akibat koreksi saham teknologi dan meningkatnya ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok, sedangkan bursa Eropa bergerak cenderung mendatar. Namun, kenaikan harga komoditas memberikan dukungan tambahan bagi sektor berbasis sumber daya alam.
Harga minyak WTI naik ke US$60,06 per barel, Brent ke US$64,03, sementara harga emas menguat ke US$4.015,22 per ons seiring ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, peluang penguatan IHSG masih terbuka, terutama jika aliran dana asing tetap masuk dan sentimen global bergerak stabil. Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam tren penguatan dengan pengujian resistance penting pada area 8.355–8.406.
"Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut, ruang kenaikan menuju 8.600–8.770 terbuka semakin lebar," ramalnya.
Meski demikian, pelaku pasar dianjurkan tetap berhati-hati mengingat adanya potensi rebalancing portofolio dan rilis data ekonomi global dalam waktu dekat.
"Investor tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek, mengingat support terdekat berada di kisaran 8.209–8.317, serta support kuat berikutnya di sekitar 8.000–8.054," jelas Hendra. (Ins/M-3)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima sejumlah investor institusional dan pelaku industri keuangan di Jakarta, Selasa (3/2).
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Menurutnya, optimalisasi belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Faktor Demand, Pengaruh & Analisis Lengkap. Pelajari faktor demand: pengaruhnya pada pasar, analisis lengkap, dan strategi cerdas untuk bisnis Anda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved