Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Survei KedaiKOPI telah merilis survei bertajuk Survei Perilaku Konsumsi & Daya Beli Masyarakat Kelas Menengah.
Survei tersebut, yang dibagikan melalui rilis pers, dikutip Jumat (31/10), mencatat pengeluaran rumah tangga kelas menengah meningkat dalam tiga bulan terakhir. Akibatnya, anggaran bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Survei dilakukan dengan metode online-CASI pada 14-19 Oktober 2025 terhadap 932 responden.
"Satu kalimat yang menggambarkan perubahan paling mencolok pada konsumsi kelas menengah adalah fokus ke kebutuhan pokok," ujar Ashma
Nur Afifah, peneliti senior Lembaga Survei KedaiKOPI.
Menurut Ashma, tiga dari lima responden merasakan pengeluaran meningkat. Hal ini memperbesar porsi kebutuhan pokok dan menyempitkan ruang belanja diskresioner di mayoritas rumah tangga kelas menengah.
"Harga pangan yang meningkat, terus transportasi ini berpengaruh ke perubahan perilaku sementara secara kapasitas bayarnya makin tidak stabil," kata Ashma.
Kebiasaan membandingkan harga pun semakin masif. Sebanyak 94,5% responden membandingkan harga offline dan online, terutama untuk fesyen dan kosmetik. Ini mendorong pergeseran transaksi ke e-commerce dan pasar tradisional.
"Tekanan dompet ini menjadi faktor utama, karena sejauh ini masyarakat ingin lebih murah jadi pasti membandingkan," tutur Ashma.
Meski mal tetap ramai, tiga dari lima responden mengaku sering 'rohana/rojali' alias jalan-jalan tanpa belanja. Mereka menilai harga mahal dan diskon kurang menarik, sehingga niat belanja di ritel fisik melemah.
"Pada akhirnya, mal berubah fungsi dari tempat purchasing ke tempat untuk mencoba barang," ucapnya.
Dari sisi keuangan, satu dari dua responden menggunakan paylater; sepertiga memiliki utang bank non-KPR; dan seperempat pernah mengakses pinjaman online (pinjol). Ini menunjukkan akses kredit konsumtif cukup tinggi di kelompok ini.
"Kenapa Paylater ini banyak yang menggunakan? Karena gampang, mudah secara persyaratan dibanding kartu kredit, nah risikonya kalau semuanya gagal bayar atau mayoritas gagal bayar," kata Ashma.
Soal keberpihakan pemerintah, 58% responden menilai pemerintah masih berpihak pada kelas menengah (10% sangat berpihak, 48% cukup berpihak). Sementara 37% menilai tidak berpihak, dan 5% tidak tahu.
"Kebijakan pendidikan dan kesehatan diperlukan juga oleh kelas menengah, namun perlu diingat kebutuhan dasar seperti itu kurang relevan
bagi masyarakat menengah," kata Ashma.
KedaiKOPI merekomendasikan: stabilisasi harga pokok melalui operasi pasar; perluasan bantuan berinsentif seperti cek kesehatan gratis dan sekolah rakyat; optimalisasi komunikasi publik digital; serta mitigasi dampak pergeseran belanja online terhadap ritel fisik.
"Sediakan pelatihan kerja formal yang memadai. Pastikan layanan dasar tercover: pendidikan berkualitas dan kesehatan bermutu. Jika sektor formal sulit, ciptakan pekerjaan informal yang stabil melalui penyediaan modal, akses pembiayaan, atau pelatihan kewirausahaan," pungkas Ashma. (Ant/Z-1)
Riset KIMCI bisa menjadi acuan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam memahami kondisi kelompok kelas menengah di Indonesia.
Dengan indikator makro ekonomi yang baik, pemerintah berupaya agar Indonesia tidak jatuh pada fenomena Chilean Paradox (Paradoks Cile).
Dosen IPB University mengungkap fenomena fake rich middle class di Indonesia, di mana gaya hidup mewah tidak sebanding dengan ketahanan finansial yang kokoh.
keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global saat ini.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global yang meningkat tajam dalam dua dekade terakhir dinilai mulai menggerus kepercayaan konsumen dan menekan kelas menengah Indonesia.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Lazada Indonesia menyambut momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan menghadirkan program belanja bertajuk Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
Ajang belanja modest fashion dan lifestyle untuk perempuan kembali hadir melalui Sisterhood Modest Bazar 2026.
Dapatkan diskon hingga Rp 1,3 juta di Shopee, Tokopedia, & Lazada! Simak tips belanja hemat akhir tahun pakai promo BRI dan Ceria di sini.
Perilaku seperti belanja berlebih, mengambil pinjaman, atau menghamburkan uang dijadikan sebagai cara tidak langsung mengurangi stres, kesepian, atau rasa tidak berdaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved