Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI dunia trading kripto, Crypto Fear and Greed Index sering menjadi acuan untuk memahami sentimen pasar. Indeks ini memiliki rentang skor dari 0 hingga 100 dan menggambarkan emosi investor, khususnya untuk Bitcoin.
Skor rendah antara 0 hingga 49 menandakan pasar sedang berada dalam fase fear atau ketakutan, saat harga cenderung undervalued dan ini bisa menjadi momen yang tepat untuk membeli atau buy the dip.
Sebaliknya, skor tinggi antara 50 hingga 100 menunjukkan fase greed atau keserakahan, yang berarti harga bisa dinilai terlalu tinggi dan berpotensi mendekati koreksi atau akhir dari periode bullish.
Dikutip dari Pintu Academy, platform edukasi dari aplikasi Pintu, Crypto Fear and Greed Index ini dibuat oleh Alternative.me yang mengadaptasi konsep dari Fear and Greed Index milik CNNMoney untuk pasar saham.
Cara kerja indeks ini didasarkan pada lima komponen utama: volatilitas harga, momentum dan volume perdagangan, aktivitas media sosial, dominasi Bitcoin di pasar kripto, serta tren pencarian di Google.
Misalnya, jika volatilitas tinggi dan volume penjualan meningkat, ini bisa menandakan pasar sedang berada dalam fase fear. Sebaliknya, lonjakan interaksi media sosial atau dominasi Bitcoin yang meningkat bisa menandakan pasar sedang berada di fase greed.
Meski berguna untuk memahami sentimen pasar, perubahan pada indeks bisa terjadi dengan cepat akibat volatilitas harga Bitcoin. Oleh karena itu, sebaiknya jangan hanya mengandalkan Fear and Greed Index dalam mengambil keputusan investasi.
Kombinasikan dengan analisis teknikal dan fundamental untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Dengan memahami indeks ini, kamu bisa menyusun strategi trading yang lebih baik, mengetahui kapan harus membeli saat pasar sedang takut atau menjual saat pasar sedang serakah. (Z-1)
MEMASUKI kuartal II-2026, pasar keuangan global berada dalam tekanan ketidakpastian.
Sebelum memantapkan hati di HSB Investasi, Roni mengakui sempat memiliki pengalaman pahit dengan platform investasi luar negeri.
Banyak trader mengira penarikan dana instan, namun transfer internasional melibatkan proses rumit. Simak alasan teknis dan peran bank perantara di sini.
Di pasar saham Indonesia yang terus meningkat sepanjang awal 2026, satu kenyataan kembali mencuat ke permukaan, sebagian besar investor retail Indonesia masih trading dalam kondisi buta data.
Menjelajahi fenomena takhayul di pasar keuangan, dari ritual George Soros hingga fase bulan, serta pentingnya analisis data menurut broker Elev8.
Temukan cara menggunakan AI untuk trading yang efisien. Pelajari peran AI chatbot dalam analisis pasar dan pengambilan keputusan trading yang lebih akurat.
Pada pertengahan Maret 2026, harga Bitcoin sempat menyentuh angka US$73.000. Namun, seiring eskalasi ketegangan di Timur Tengah, harga terkoreksi ke level US$71.000-an.
Bitcoin naik 12% saat emas dan saham anjlok akibat konflik Timur Tengah Maret 2026. Simak analisis Indodax mengenai BTC sebagai aset lindung nilai terbaru.
Temukan alasan mengapa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah 2026. Analisis mobilitas dan keamanan digital.
Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki kembali memicu debat panas dengan menyebut eskalasi perang sebagai katalis utama ledakan harga Bitcoin.
Lonjakan harga Bitcoin ke level US$72.000 bukan sekadar spekulasi, melainkan respons instan pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga Bitcoin tembus US$72.927 di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak analisis safe haven vs spekulasi dan dampaknya ke Rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved