Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut untuk mendukung swasembada keterlibatan generasi muda atau petani muda sangat diperlukan. Generasi muda, kata ia, merupakan salah satu pilar untuk mencapai tujuan swasembada pangan yang ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
”Generasi muda 20 tahun kemudian yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujar Amran melalui keterangannya, Senin (26/5).
Andi Amran mengatakan, Kementan terus berkomitmen untuk swasembada pangan dengan terus mendorong kebangkitan sektor pertanian di pedesaan. Salah satu langkah aktif yang dilakukan oleh Kementan ialah melakukan regenerasi petani muda melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang kini sudah mencapai 300 ribu lebih penerima manfaat.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, berbagai inovasi dilakukan oleh Program YESS mulai pelatihan teknis pertanian, kewirausahaan, hingga akses permodalan, pemuda desa diberikan ruang untuk berinovasi dan mengembangkan usaha tani berbasis teknologi serta pasar modern. Selain itu, kelompok petani muda yang terbentuk juga didorong untuk membangun jejaring usaha dan kolaborasi dengan pelaku ekonomi lainnya.
"Jadi targetnya ada beberapa pilihan. Silakan pilih ekspor, Brigade Pangan terkait padi, atau yang ketiga, bergabung di dalam Koperasi Desa Merah Putih," kata Idha.
Kementerian Pertanian melalui YESS telah melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, YESS lahirnya petani-petani muda yang mampu menjadi penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan. Dari data yang dikeluarkan oleh YESS tercatat ada 312.047 orang penerima manfaat dari program YESS.
”Sebanyak 312.047 orang penerima manfaat Program YESS meliputi pemuda desa, pemuda siap kerja lulusan Pendidikan dan Latihan Teknikal dan Vokasional, dan terciptanya lapangan kerja dari wirausaha yang terbentuk di perdesaan,” kata Direktur Program YESS, Muhammad Amin.
Amin juga menjelaskan program kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) bertujuan menciptakan regenerasi petani serta meningkatkan peluang kerja bagi pemuda pedesaan. Program ini telah berjalan di empat provinsi di Indonesia, dan menunjukkan hasil positif dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
”Alumni TVET ada 14.726 orang, penerima manfaat di pedesaan 198.275, tenaga kerja direkrut 99.073 orang,” jelasnya. (H-3)
Target utamanya ialah keberlanjutan dengan fokus pada produksi yang efisien, bersih, dan memuaskan pelanggan tanpa kerusakan lingkungan berarti bagi generasi mendatang.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Sejumlah pemuda di desa tersebut setelah lulus SMA memilih menjadi petani karena dinilai lebih menguntungkan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran petani muda dalam membangun pertanian modern dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Program Kementan sukses membina ratusan ribu petani muda di 4 provinsi dan 19 kabupaten. Provinsi tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data terbaru Kementerian ATR/BPN dan Bappenas, Luas Baku Sawah (LBS) periode 2019-2024 di Indonesia justru menyusut akibat alih fungsi lahan.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Rina Saadah optimistis target swasembada pangan nasional pada 2029 dapat tercapai, didasari keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras pada 2025.
Pemerintah meyakini kedaulatan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk berdiri sendiri, terutama di sektor pangan.
PEMERINTAH Kota Sorong melaksanakan panen jagung perdana dalam rangka program swasembada pangan nasional di lahan Kelompok Tani Klagigin, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat.
Prabowo Subianto menerbitkan 3 regulasi baru untuk mempercepat ketahanan pangan nasional, mulai dari infrastruktur pascapanen hingga penguatan stok jagung.
Indonesia dinilai lebih siap menghadapi gejolak global berkat swasembada pangan, energi, dan hilirisasi. Stok beras melimpah jadi penopang utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved