Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
COUNTRY Director for Indonesia and Timor-Leste, World Bank, Carolyn Turk, mengatakan harga beras Indonesia menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. Di sisi lain, survei menyatakan bahwa kesejahteraan petani Indonesia masih rendah.
"Konsumen Indonesia telah membayar harga tinggi untuk beras. Harga eceran beras di Indonesia secara konsisten lebih tinggi daripada di negara-negara ASEAN," ungkap dalam Indonesia International Rice Conference (IIRC), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (19/9).
Hal tersebut menyebabkan, masyarakat Indonesia harus merogoh kocek sedikit lebih banyak untuk kebutuhan pangannya, terutama untuk beras.
Baca juga : Kenaikan Harga Beras di Sulawesi Tenggara Tak Berimbas pada Petani
"Kami memperkirakan bahwa konsumen Indonesia membayar hingga 20% lebih banyak untuk makanan mereka daripada yang seharusnya mereka bayar di pasar bebas," sebut Carolyn.
Ia juga menyoroti hampir 87% petani Indonesia memiliki lahan kurang dari dua hektare dan dalam kelompok ini dua pertiganya memiliki lahan kurang dari setengah hektare.
"Yang kami lihat adalah bahwa pendapatan banyak petani marjinal sering kali jauh di bawah upah minimum, sering kali sampai di bawah garis kemiskinan," tuturnya.
Baca juga : Harga Beras Tinggi Mestinya Diimbangi Kenaikan HPP
Menurut Survei Terpadu Pertanian 2021, yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan rata-rata petani kecil kurang dari US$1 sehari atau US$341 dolar dalam kurun waktu satu tahun.
"Survei tersebut juga menyoroti bahwa pendapatan dari bercocok tanam tanaman pangan khususnya padi jauh lebih rendah daripada pendapatan dari tanaman perkebunan atau dari pertanian hortikultura," tandasnya.
Sebagai regulator, Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun membeberkan alasan harga beras di Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN.
Baca juga : Naiknya HET Beras tidak Bisa Memastikan Kesejahteraan Petani
"Kalau kita perhatikan memang betul harga beras di dalam negeri saat ini tinggi. Tapi memang biaya produksinya juga sudah tinggi sehingga kalau kita runut dari cost structure produksi beras di dalam negeri, kalau kita perhatikan memang tinggi. Jadi petani juga berhak mendapatkan keuntungan," ucap Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rahmi Widiriani.
Saat ini, lanjut dia, sebetulnya adalah saat-saat yang membahagiakan bagi para petani. Sebab harga gabah mereka dibeli di atas harga pokok penjualan (HPP).
"Jadi kita juga lihat NTP (nilai tukar petani) petani khususnya tanaman pangan saat ini juga bagus. Mungkin dalam 10 tahun terakhir, saat ini NTP petani untuk tanaman pangan tinggi. Artinya pemerintah harus hadir di tengah-tengah, petanu mendapatkan harga bagus kemudian di konsumen juga masyarakat konsumen dapat mengakses beras dengan harga yang terjangkau, dengan kualitas yang baik," pungkas Rahmi. (J-3)
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Pasar Ramadan pada 5-8 Maret.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan pasokan beras ibu kota dalam kondisi aman.
Swasembada yang berhasil diraih Indonesia saat ini merupakan strategi yang sejak awal dirancanG oleh para pendahulu mulai dari Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Kementerian Pertanian menyebutkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog stabil, saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Perum Bulog mencatat realisasi serapan beras yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga 5 April 2026, total beras yang berhasil diserap telah mencapai 1,7 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved