Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Rabu (17/4), emiten Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan net foreign buy sebesar Rp202 miliar secara total. sementara Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih mencetak net foreign sell.
BBRI telah mencatat net foreign sell secara berturut-turut selama 7 hari bursa, sedangkan BMRI sebanyak 11 hari bursa berturut-turut.
Pada perdagangan intraday hari ini, Kamis (18/4), harga saham Big 4 Banks kompak naik dengan BBCA +0,3%, BBNI +1,9%, BBRI +3,8%, dan BMRI +3%.
Baca juga : Sempat Terkoreksi, Saham Produsen Beton BEBS Naik Lagi
Investment Analyst Lead Stockbit Rahmanto Tyas Raharja mengatakan hal ini dapat mengindikasikan bahwa asing mulai tertarik kembali masuk ke saham Big 4 Banks.
"Karenanya, BBRI dan BMRI berpotensi mengakhiri tren net foreign sell berturut-turut yang dialaminya," kata Rahmanto, Kamis (18/4).
Sebelumnya, Big 4 Banks mencatatkan tren net foreign sell secara serempak dan mengalami koreksi harga saham. Koreksi dapat menjadi kesempatan untuk membeli Big 4 Banks dengan valuasi yang lebih wajar. (Z-2)
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved