Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Satrija Wibawa membantah anggapan yang menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) identik dengan kebun sawit.
Sebaliknya, para anggota Gapki justru diwajibkan menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi kebakaran. Asosiasi itu bahkan rutin melakukan pelatihan dan apel siaga terkait ancaman El Nino.
“Anggota GAPKI punya komitmen kuat untuk patuh pada regulasi, sekaligus menjaga keamananan dari bahaya kebakaran,” kata Satrija melalui keterangan tertulis, Selasa (27/6).
Baca juga: Dirjen Perkebunan Dorong Peningkatan Mutu Tata Kelola Perkebunan
Pernyataan tersebut dibenarkan Ketua GAPKI Kalimantan Selatan (Kalsel) Edy Sapta Binti.
Edy mengatakan gelaran apel siaga yang dilakukan Gapki Kalsel bersama dengan para pemangku kepentingan merupakan bentuk komitmen dari pengusaha untuk menjaga lahan konsesi dari kebakaran.
“Di 2020, GAPKI punya MOU dengan Polda Kalsel untuk menjaga konsesi dari kebakaran lahan. Ini merupakan komitmen dan kepedulian pengusaha perkebunan sawit terhadap pencegahan kebakaran lahan,” tutur Edy.
Baca juga: Jalankan Prinsip Bisnis Berkelanjutan, Ini yang Dilakukan Emiten Perkebunan Sawit Sumbermas
Direktur Astra Agro Lestari, Rujito Purnomo, mengatakan kebakaran besar yang melanda di 2015 dan 2018 memberikan pelajaran penting. Dari kejadian itu, Indonesia menyadari bahwa konsep penanganan api tidak bisa dilakukan sendiri. Itu perlu kerja sama dengan banyak pihak.
“Penanganan sendiri hanya membuat biaya tinggi namun di sisi lain api tetap tidak bisa dipadamkan,” kata Rujito.
Dalam pelaksanaannya, penanganan api di dalam konsesi dilakukan dengan mengikuti arahan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan BPBD.
“Perusahaan menyiapkan semua peralatan sesuai ketentuan. Semuanya kami check list dan tim yang beroperasi disiagakan selama 24 jam,” paparnya.
Sementara itu, untuk penanganan di luar konsesi kebun, perusahaan melibatkan tim dari perusahaan, masyarakat yang tergabung dalam masyarakat peduli api (MPA), TNI, Polri, dinas Perkebunan dan KLHK.
Menurut Rujito, Astra Agro punya komitmen untuk membantu penanganan api di luar konsesi hingga radius 3 km.
“Begitu terdeteksi ada titik api, tim Astra Agro dan para pemangku kepentingan langsung bergerak untuk memadamkan,” kata dia.
Perusahaan juga memberikan pendampingan kepada para petani yang beroperasi di sekitar konsesi Kebun. Mereka diedukasi supaya tidak membakar untuk membuka lahan.
”Ini bagian dari program CSR perusahaan,” tandasnya. (Ant/Z-11)
Upaya meningkatkan profitabilitas mendorong holding perkebunan pelat merah mempercepat pembenahan tata kelola dan optimalisasi aset.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat.
Peran BPDP tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana, tetapi juga mencakup investasi pada pembangunan pengetahuan masyarakat.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved