Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAYA yang dikenakan Kartini kerap menggambarkan sosok tangguh pejuang wanita. Namun, kali ini sosok itu datang dari balutan kostum bernuansa hijau yang kerap menjadi buah bibir legenda di Pulau Jawa, Roro Jonggrang.
Ugik namanya, seorang perempuan penjual gorengan yang sempat viral pada waktu lalu.
Tagar #ugikpenjualgorengan ramai memperlihatkan sosoknya lihai melenggok diiringi lagu dangdut sambil berjualan gorengan keliling kampung.
Baca juga: Berkah Ramadan. Nasabah PNM Raup Cuan dari Usaha Kuliner
Tidak lupa kostum fenomenalnya, kebaya Roro Jonggrang yang lengkap hingga riasan mahkota rambut. Rupanya ini kali pertama beliau menjejakan kaki di Jakarta.
Ugik Penjual Gorengan asal Madiun Diundang ke Jakarta
Salah satu dari 14 juta nasabah PNM Mekaar, Ugik terbilang istimewa. Kreatif dan gigih dalam berjualan, membawa Ugik untuk menghadiri undangan PNM dalam acara “Collab Ibu & Jurnalis Untuk Inspirasi Indonesia”.
Didampingi Account Officer (AO) dari Cabang PNM Madiun, Ayu, akhirnya perempuan lincah itu mengelilingi Jakarta dengan wajah sumringah.
Baca juga: Nasabah PNM Mekaar dari Bali Turut Selamatkan 1.200 Orang dari Jeratan Rentenir
Tidak kenal lelah, Ugik tetap on saat acara berlangsung di hari berikutnya. Pemalu ternyata bukan karakter yang tepat untuk menggambarkan beliau.
Ugik tampil memperagakan lenggokan khasnya saat berjualan di depan awak media. Tidak ketinggalan kostum Roro Jonggrang andalannya yang ia kenakan sejak pagi tadi.
Saat ditanyakan dalam Bahasa Jawa, “Bu, enggak capek pakai hak tinggi?” Ugik tertawa dan tidak setuju, “Saya tuh seneng banget! Pakai selop gini enggak kerasa capek!”
Baca juga: PNM Rilis Buku Panduan Masyarakat Ultramikro Naik Kelas
Bertemu Dirut PT PNM
Setelah buka puasa bersama, perempuan paruh baya itu tidak dapat menyembunyikan wajah senangnya. Ugik duduk bersama Arief Mulyadi, Direktur Utama PT PNM, sembari melakukan dialog hangat.
Arief cukup dikenal akan kedekatannya dengan para nasabah. Tidak jarang beliau mengundang secara personal para Nasabah PNM Mekaar, seperti Libra dari Bali untuk mengunjungi ruang kerjanya di kantor pusat.
“Sampai sekarang masih belum sangka saya bisa bertemu Pak Direktur, bapaknya juga kok baik sekali, senang sekali bersyukur sama Allah,” Ugik lagi-lagi memperlihatkan kepolosannya.
Sesampainya di tempat penginapan, beliau menyambut dengan senyuman khas dengan gaun merah jambunya.
Ugik turun sambil membawa kresek berisikan perabotan riasnya. Berat hati, Tim PNM menyusul dengan tas ransel baru untuk Ugik. Senyumnya jadi tambah lebar.
Perjalanan ke Soekarno Hatta ternyata yang paling berat. Seketika langit di kawasan bandara agak mendung.
Beberapa kali staf PNM memastikan keadaannya. Khawatir karena beliau mabuk darat di perjalanan seperti dua hari lalu saat kami jemput di Halim.
Sesekali kami sempat bercandakan karena Si Roro Jonggrang sampai menenggak 2 sachet obat anti mabuk perjalanan.
Mendekati Terminal, didapati wajahnya yang menempel ke jendela dengan isakan yang pelan. Sontak, Ayu menanyakan keadaan beliau. Tangisan Ugik kini tidak dapat disembunyikan lagi.
Baca juga: PNM Mekaar Penuh Inspiratif ‘Sejahtera karena Berani Memulai
“Saya tuh terharu, saya tuh senang sekali. Saya bisa sampai ke Jakarta karena usaha saya selama ini. Orang-orang desa bisa percaya dengan saya dan bangga saya bisa sampai seperti ini,” jelas Ugik dalam bahasa Jawa di tengah isakan haru.
Pelukannya erat sampai di Pintu Keberangkatan. Semuanya hanyut dalam tangisan perpisahan. Melambaikan tangan sembari Ugik yang tetap menyautkan, “terima kasih PNM!”
Wedjangan Roro Jonggrang hebat asal Madiun itu tidak pernah terlupakan. Kegigihan dan mental yang kuat selalu jadi prinsip utamanya dalam terus mengais rezeki.
Ia tidak kenal lelah, rajin tersenyum dan selalu berhasil membuat siapapun di sekitarnya ikut terhibur.
“Zamanku sebagai perempuan ndak semudah zamanmu sekarang, mbak,” ucapnya pelan.
Terlalu banyak yang dapat petik dari sosok Ugik, malah kami, perempuan generasi sekarang, malu jika mudah menyerah dengan segala kemudahan ini.
Dibalut riasan Roro Jonggrang, Ugik mampumembuktikan hebatnya asa dan kegigihan seorang perempuan. (RO/S-4)
Siti Patimah Azzahra harus bertahan dengan kondisi finansial yang terbatas, menyelesaikan skripsi yang tak kunjung rampung, dan menghadapi tekanan hidup seorang diri.
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan dan semangat kepada Keluarga Besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
Transformasi ekosistem Ultra Mikro menjadi salah satu fokus utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada 2026 sebagai bagian dari Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian.
Tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tidak berhenti pada keterbatasan akses modal.
PNM mengimplementasikan ESG melalui pemberdayaan ibu-ibu pelaku usaha lokal.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
Di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kebutuhan pembiayaan bahkan diperkirakan mencapai Rp4.300 triliun.
BNI berkomitmen menyelesaikan pengembalian dana Rp28 miliar milik CU Paroki Aek Nabara secara transparan dan akuntabel sesuai proses hukum yang berlaku.
Ekspektasi nasabah terhadap layanan asuransi semakin meningkat. Tidak hanya pada kualitas produk, tetapi juga pada transparansi, kemudahan akses informasi, serta pendampingan.
Bank Mandiri 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved