Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN BUMN telah resmi membentuk holding dan empat subholding PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Salah satu subholding tersebut berpeluang melantai di bursa saham atau melaksanakan Initial Public Offering (IPO).
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, PLN akan membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh yang akan konsolidasikan di dalam subholding PLN ICON+, akan dipertimbangkan IPO dengan bisnis internet atau jaringan kabel milik PLN.
"Dimungkinkan (IPO) terutama yang ICON+ dan Beyond KWH. Artinya mengonsolidasikan bisnis PLN yang diluar kelistrikan. Ini bisa memaksimalkan jaringan kabel yang sudah ada ini dijadikan fiber optik," jelas Erick saat Konferensi Pers di Kantor Pusat PLN, Rabu (21/9).
ICON+ telah meluncurkan produk layanan internet berbasis jaringan fiber optik yang disebut Iconnet. Erick melihat dengan pasar ekonomi digital yang bakal tumbuh pesat, potensi bisnis subholding PLN ini bisa digenjot lebih luas.
Baca juga: Dolar AS Melesat Sementara Saham Terpuruk usai Fed Naikkan Suku Bunga
Baca juga: Harga Emas Naik 4,60 Dolar AS Terdorong Isu keputusan Federal Reserve
Ia pun menyebut nilai digitalisasi di Tanah Air diproyeksikan mencapai Rp4.800 triliun di 2030. Hal tersebut harus dimanfaatkan BUMN dalam mengembangkan bisnisnya.
"Pastinya ini ada peluang ketika ekonomi digital tumbuh kita bicara yang namanya infrastruktur itu ya salah satunya fiber optic atau kabel yang dipunyai PLN yang bisa mengalirkan yang namanya wi-fi dan lain-lain," kata Menteri BUMN.
Layanan subholding PLN, Beyond KWH dianggap Erick akan berdampak besar pada ekspansi bisnis perusahaan pelat merah itu
"Potensi itu ada dan mekanisme daripada beyond KWH itu juga banyak implikasinya. Ini mungkin terlalu cepat ya (untuk IPO), tapi peluang itu ada," pungkasnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, keempat subholding PLN yang terbentuk ialah PLN Energi Primer Indonesia, PLN Nusantara Power (Generation Company/Genco 1), PLN Indonesia Power (Generation Company 2) dan PLN ICON Plus.
Ia mengungkapkan, dengan adanya holding-subholding, aset-aset pembangkitan PLN yang tadinya tersebar kini akan dikonsolidasikan. Proses bisnis pengelolaan pembangkitan disederhanakan. Utilisasi aset yang tadinya belum maksimal, akan makin dioptimalkan. Perusahaan setrum negara itu bertekad membangun lini bisnis baru di luar kelistrikan atau Beyond kWh.
"Aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya untuk layanan kelistrikan, kami kembangkan untuk layanan beyond Kwh. Ada layanan internet, ada PLN market Place, ada EV Charging, baterai swap, rooftop dan lainnya. Super App kami New PLN Mobile, menjadi ujung tombaknya," urai Darmawan. (H-3)
Tidak perlu adanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun yang saat ini diusulkan diubah menjadi Lembaga BUMN setelah adanya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Regulasi telah membagi peran antara Kementerian BUMN dan Danantara, namun praktik di lapangan justru memunculkan kebingungan arah kebijakan.
Pembentukan Danantara memantik wacana penghapusan Kementerian BUMN. Jika benar terjadi, kementerian ini akan “turun status” menjadi badan, sebuah langkah yang diperkirakan mengubah peta pengawasan sekaligus arah bisnis perusahaan pelat merah.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Isu pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga wacana peleburan Kementerian BUMN ke BPI Danantara.
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali menanam 1.000 pohon di kawasan Hutan Bambu Sandan, Kabupaten Tabanan.
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Indonesia resmi meluncurkan 1,3 Gw PLTS Atap sebagai tonggak transisi energi nasional menuju visi 100 Gw energi surya dan penciptaan 760 ribu lapangan kerja.
Penggunaan terminologi yang terlalu umum seperti "gangguan suplai" dianggap tidak memenuhi standar transparansi.
Mati lampu hari ini sempat terjadi di Jakarta dan berdampak luas. PLN memastikan listrik kini sudah pulih 100 persen setelah gangguan di gardu induk.
Sejumlah lampu lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat mati akibat listrik anjlok pada 23 April 2026. Polisi sampai harus menghubungi PLN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved