Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDARATNYA pesawat Lion Air penerbangan internasional di terminal kedatangan penerbangan domestik membuat maskapai penerbangan itu kembali mencoreng nama baiknya sendiri.
Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Lion Air perlu mendapatkan sanksi tegas dari pemerintah terkait seringnya maskapai penerbangan berlogo singa itu berulah.
"Kemenhub dan manajemen Angkasa Pura I harus segera menginvestigasi kasus ini dan mengumumkan hasilnya ke publik," kata Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Minggu, (15/5).
Menurutnya pemerintah jangan hanya memberikan teguran ringan kepada maskapai penerbangan yang lalai menjalankan aturan seperti itu.
"Kasus ini tidak boleh dibiarkan, tidak hanya cukup dengan teguran dari pihak imigrasi dan permintaan maaf dari Lion,''kata Tulus.
Menurutnya, Lion Air Group sudah beberapa kali membuat kesalahan dan berulah dan tak sedikit pula yang mengakibatkan kerugian bagi penumpang pesawat. Menurut Tulus, ada ketidakpatuhan pilot Lion kepada petugas Air Trafic Controller (ATC) di bandara.
"Seharusnya pilot Lion tunduk pada perintah petugas ATC. Patut diduga kejadian ini karena pilot Lion membangkang perintah petugas ATC," jelasnya.(OL-4)
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa uang rampasan atau uang sitaan dan denda administratif senilai Rp6,62 triliun.
MANTAN Kepala PPATK, Yunus Husein menegaskan bahwa uang rampasan tindak pidana korupsi dan sitaan negara oleh Kejaksaan Agung lewat Satgas PKH harus masuk kas negara.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memamerkan uang rampasan negara dan hasil denda administratif penyalahgunaan kawasan hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved