Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu kedua Oktober diprediksi masih akan terdampak lanjutan dari berbagai kejadian yang terjadi di awal Oktober yang mengakibatkan sentimen global dan domestik. Saat ini diperkirakan investor akan lebih memperhatikan saham dan obligasi Asia ketimbang pasar Amerika Serikat. AS saat ini menghadapi risiko pemilu dan valuasi yang mahal.
Pasar Asia terlihat lebih menarik karena pemulihan ekonomi dan pendapatan yang kuat dan valuasi yang jauh lebih murah. Data ekonomi Tiongkok membaik, ditambah pengendalian virus covid-19 di sebagian negara kawasan Asia seperti di Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong.
Baca juga: Harga Saham Banyak Undervalued
"IHSG dalam sepekan kami perkirakan cenderung sideways (mendatar) di rentang yang lebar dengan dengan support di level 4.881 sampai 4.754 dan resistance di level 4.991 sampai 5.075," kata Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, Minggu (4/10).
Ia menyebut, saat Presiden Donald Trump dan istri dikabarkan positif covid-19, pelaku pasar langsung panik. "Hal ini meningkatkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan. Pelaku pasar tidak suka ketidak pastian dan akan bergerak ke aset safe haven seperti emas, Dollar dan Yen," kata Hans.
Dengan sisa waktu satu bulan menjelang pemilu Amerika Serikat, pasar keuangan menghadapi banyak ketidak pastian. Mulai dari calon partai Republik dan Presiden Trump positif covid-19 sampai peluang sengketa pemilu.
"Selain itu paket stimulus fiskal untuk mendongkrak ekonomi akibat virus korona yang selama ini gagal di sepakati partai Demokrat dan Republik lebih berpeluang di sahkan," jelas Hans Kwee.
Data ekonomi Amerika Serikat menunjukan perlambatan pemulihan, dilihat dari pemulihan tenaga kerja yang hanya meningkat 661 ribu pekerjaan bulan September setelah naik 1,48 juta pekerjaan pada Agustus. Penciptaan lapangan kerja masih jauh dari 22 juta pekerjaan yang di PHK sejak pandemi covid 19.
"Saat ini ekonomi Amerika Serikat sangat membutuhkan stimulus menyusul pemulihan ekonomi yang melambat. Bila paket Stimulus ini kembali gagal akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan," kata Hans Kwee.
Indikasi gelombang ke dua covid 19 terjadi di Eropa. Perancis melakukan persiapan untuk melakukan siaga maksimum covid-19 mulai Senin (5/11). Amat mungkin langkah itu akan memaksa penutupan restoran dan bar dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada kehidupan publik untuk menghindari penyebaran covid-19 lebih lanjut.
Demikian halnya Italia yang memperpanjang kondisi darurat untuk mencegah penyebaran corona baru hingga Januari. Juga Inggris yang akan memperpanjang pembatasan lokal di kawasan utara sebagai tanggapan atas lonjakan kasus covid-19. Sementara Spanyol khususnya kota Madrid akan menjadi ibu kota Eropa pertama yang kembali melakukan lockdown untuk menahan lonjakan kasus covid-19.
"Gelombang ke 2 covid 19 yang di antisipasi dengan langkah pembatasan sosial berpotensi membawa perlambatan ekonomi yang berpeluang menekan pasar keuangan khususnya pasar saham," kata Hans Kwee. (Try/A-1)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved