Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI pasar modal, ada istilah dead cat bounce. Bila kita Indonesiakan mungkin terdengar aneh, pantulan kucing mati.
Filosofi dari istilah itu ialah sifat sebuah benda yang jatuh ke bawah akan memantul sebentar ke atas untuk melanjutkan lagi kejatuhannya. Mengapa ada kata cat (kucing), saya tidak tahu. Mungkin karena kucing memiliki kelenturan lebih ketimbang binatang lainnya.
Dead cat bounce ialah sebuah fenomena yang umum terjadi di bursa saham ketika sebuah saham mengalami penurunan harga yang tajam dan mendadak. Harga saham dengan deras meluncur ke bawah. Pada titik tertentu akan berhenti dan memantul ke atas.
Namun, pantulan itu hanya merupakan temporary time break untuk kemudian melanjutkan penurunan, bahkan ke titik lebih dalam lagi.
Saat ini, kondisi perekonomian global dalam tekanan akibat pandemi covid-19 yang menyebar di awal tahun. Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global tidak luput dari tekanan itu.
Bila banyak negara telah mendeklarasikan perekonomiannya dalam kondisi resesi, Indonesia hanya tinggal menunggu waktu. Begitu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan Indonesia triwulan III berada di bawah 0%, seperti pada triwulan sebelumnya, Indonesia resmi bergabung dengan kelompok negara yang mengalami resesi.
Hal yang kerap kali didengung-dengungkan ialah bahwa kita telah melewati bagian terburuk dari krisis. Sejumlah indikator dikatakan telah menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi. IPM manufaktur meningkat, utilisasi pabrik bertambah, dan kepercayaan konsumen membaik.
Namun, krisis ini memiliki dua potret, ekonomi dan kesehatan. Potret positif dari ekonomi ternyata tidak sejalan dengan yang terjadi di kesehatan sebagai titik awal dari krisis ini.
Di kesehatan, penyebaran masih jauh dari terkendali. Angka peningkatan kasus terus bertambah. Ini memang bukan fenomena Indonesia saja, melainkan global. Negara-negara di dunia terus berjuang menghadapi gelombang kedua dari penyebaran virus ini.
Kesehatan dan ekonomi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam krisis ini. Tidak ada jalan lain kecuali menuntaskan permasalah di area kesehatan terlebih dahulu agar ekonomi bisa pulih.
Harus diakui sejumlah aktivitas ekonomi meningkatkan risiko penyebaran. Oleh karena itu, berhitung ulang terhadap aktivitas mana yang boleh dan tidak boleh dibuka saat ini menjadi krusial, termasuk juga merencanakan pemberian insentif fiskal bagi warga untuk bepergian.
Kita sepakat bahwa kita berada dalam posisi no turning point. Namun, kita masih memiliki opsi untuk berhenti sejenak atau bahkan mundur selangkah guna memberikan waktu bagi kesehatan untuk memulihkan dirinya.
Agenda ekonomi harus tetap berada dalam fase mitigasi dampak selama kesehatan masih berupaya membereskan persoalan. Semua harus sabar menunggu sampai kesehatan mampu melangkah ke tahapan berikutnya.
Dengan demikian, fenomena pantulan kucing mati tidak terjadi dalam pemulihan ekonomi dan kita semua selamat dari krisis ini. (E-3)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved