Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK tiga perusahaan, yaitu PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI), PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS), dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), kemarin, mencatatkan saham perdana secara bersamaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Ketiga perusahaan tersebut tercatat menjadi emiten ke-38, ke-39, dan ke-40 di BEI pada tahun ini.
Direktur Utama PT Bank Bisnis Internasional Tbk Laniwati mengatakan langkah perseroan untuk go public merupakan salah satu strategi dalam mendapatkan sumber pendanaan guna meningkatkan kinerja usaha.
“Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan perseroan untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh investor, masyarakat, dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis ke depan,” ujar Laniwati.
Perseroan itu melepas sebanyak 394,76 juta saham atau sebesar 15% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan dengan harga Rp480 per lembar saham.
Sementara itu, perusahaan yang bergerak di bidang food service PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk melepas 160 juta saham baru dengan harga Rp300 per lembar saham sehingga perseroan memperoleh dana segar Rp48 miliar.
“Dana yang akan diperoleh dari hasil pe na - waran umum ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja perseroan sebagai pembelian barang dagangan,” kata Direktur Utama KMDS Hengky Wijaya.
Perseroan juga mengadakan program employee stock allocation (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak 3,2 juta atau 2% dari jumlah saham yang ditawarkan.
Emiten terakhir, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), melepas sebanyak 500 juta saham ke publik dengan harga Rp110 per lembar saham.
Direktur Operasional SCNP Shirly Effendy mengatakan, sebagai perusahaan manufaktur berbasis perusahaan keluarga, perseroan tetap dapat melakukan kegiatan ekspor walau perekonomian global dan nasional sedang diterpa kelesuan dan ancaman resesi akibat pandemi covid-19.
Zona merah
Dari lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin sore ditutup di zona merah. Berdasarkan pantauan pada pukul 15.15 WIB, IHSG ditutup turun 0,18% atau 9,66 poin ke level 5,230.20.
Pada penutupan perdagangan, terdapat 189 saham menguat, 222 saham melemah, dan 179 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp6 triliun dari 9,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 turun 1,62 poin atau 0,20% ke level 823,99, indeks JII naik 2,72 poin atau 0,49% ke 556,96, indeks IDX30 turun 0,59 poin atau 0,13% ke 451,14.
“IHSG masih memerah karena tren kenaikan kasus covid-19, baik domestik maupun global, tensi yang meningkat dalam hubungan bilateral antara AS dan Tiongkok, serta minimnya data makroekonomi global yang memberikan high market impact,” kata Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama.
Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.
Secara sektoral, empat sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 1,05%, diikuti sektor pertanian dan sektor aneka industri masing-masing minus 0,97% dan minus 0,22%. (Ant/E-2)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved