Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini posisi keuagan syariah mengalami kenaikan menjadi 9,3 persen pada april 2020 dibanding tahun lalu sebesar 8 persen.
"Data terkini keuangan syariah kita ada 9,3 persen, artinya ada kenaikan sedikit dari yang tadinya 8 persen (ditahun 2019)," kata Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Deden Firman Hendarsyah dalam forum diskusi online, Kamis (2/7).
Ia menambahkan, angka 9,3% tersebut tidak termasuk saham syariah yang mencapai Rp1.496,05 triliun. Dta juga menyebutkan, aset keuangan syariah terbesar berasal dari pasar modal syariah yang memiliki nilai sebesar Rp851,72 triliun. Selanjutnya, perbankan syariah dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah masing-masing senilai Rp534,86 triliun dan Rp109,47 triliun.
Baca juga : Pendapatan Penduduk Meningkat, Indonesia Naik Kelas
Disisi lain, Deden menduga pemerintah mulai melirik perbankan syariah melalui penerbitan sukuk yang porsinya mencapai 20 persen dibanding degan total penerbitan obligasi. "Data Kementerian Keuangan menyebutkan kepemilikan sukuk perbankan syariah masih kecil angkanya, kita tidak berhenti sampai kepemilikan, tetapi peran apa yang bisa diambil dari maraknya sukuk ini," lanjutnya.
Setidaknya, kata Deden, ada tiga pilar yang ingin dituju dalam waktu dekat ini yakni pertama, penguatan identitas perbankan syarah. Kedua, sinergi ekosistem ekonomi syariah, dan ketiga optimalisai faktor pendukung.
Deden berharap, perbankan syariah bisa menjadi bank yang modern, efisien dan kuat yang menerapkan nilai prinsip syariah. "Kita ingin punya identitas islamic banking yang balu," pungkasnya. (OL-2)
Di tengah meningkatnya minat terhadap kewirausahaan berbasis etika dan transparansi, keberadaan PLBS juga mempertegas kepatuhan Herbalife terhadap prinsip syariah.
Arah pengembangan ekonomi syariah ke depan tidak boleh lagi hanya berfokus pada sektor keuangan, melainkan harus menyentuh kegiatan produksi dan distribusi di desa.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Sandiaga menekankan pentingnya program strategis yang mampu mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki)
Pemeringkatan ini mengevaluasi institusi berdasarkan tiga kriteria utama: Kedalaman Kurikulum (45%), Kredibilitas Institusi (35%), dan Dukungan Ekosistem (20%).
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved