Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan tertekan meski neraca perdagangan Mei 2020 tercatat surplus.
IHSG kemarin sore ditutup melemah 64,02 poin atau 1,31% ke posisi 4.816,34. Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,26 poin atau 1,63% menjadi 739,86.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, mengatakan saham-saham perbankan dan produsen CPO memimpin pelemahan.
“Neraca perdagangan Indonesia yang surplus sebesar US$2,09 miliar masih belum mampu menutup keran pelemahan IHSG hingga akhir sesi. Tingkat impor yang melonjak tinggi 42,2% menjadi faktor,” kata Lanjar saat dihubungi.
Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin melansir neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2020 mengalami surplus US$2,1 miliar, dengan nilai ekspor US$10,53 miliar dan impor US$8,44 miliar.
Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan banyak menghabiskan waktu di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, indeks menukik ke zona merah hingga penutupan perdagangan.
Secara sektoral, delapan sektor terkoreksi dengan sektor keuangan yang turun paling dalam yakni minus 2,77%, diikuti sektor pertanian dan sektor pertambangan masing-masing minus 2,01% dan minus 1,76%.
Sebaliknya dua sektor meningkat, yaitu infrastruktur dan konsumer, masing-masing sebesar 0,33% dan 0,23%.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp712,02 miliar.
Bursa saham regional Asia kemarin juga ditutup melemah. Indeks Nikkei melemah 774,53 poin atau 3,47% ke 21.530,95, indeks Hang Seng turun 424,43 poin atau 2,16% menjadi 23.776,95, dan indeks Straits Times melemah 65,96 poin atau 2,46% ke 2.618,67.
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada kemarin sore menguat karena didorong oleh surplusnya neraca perdagangan Mei 2020.
Rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,13% menjadi 14.115 per dolar AS dari sebelumnya 14.133 per dolar AS.
Saham bank BUMN
Saham-saham milik empat bank BUMN juga mengalami penurunan sepanjang hari kemarin.
Pada penutupan IHSG, saham BBNI mengalami penurunan 270 poin atau 6,04% ke level 4.200. Saham BMRI turun 170 poin atau 3,48% ke level 4.720.
BBRI juga turun 130 poin atau 4,29% ke level 2.900 dan BBTN turun 65 poin atau 5,78% ke level 1.060.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, menyebutkan investor masih berpandangan outlook sektor perbankan yang negatif di tengah langkah pemerintah menghujani prekonomian dengan pelonggaran kebijakan serta stimulus.
“Guna merangsang ekonomi, bank jangkar dibuat guna merangsang UMKM untuk kembali produktif dengan pinjaman modal dari bank BUMN,” kata Lanjar.
“Tapi di sisi lain, hal itu tidak begitu menguntungkan pihak perbankan,” pungkasnya. (Ant/E-2)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved