Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMINAT rumah tapak di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan hunian vertikal yang kini marak dipasarkan. Meski demikian, harga tanah yang terus melambung ikut membuat harga rumah tapak ikut terkerek naik. Hal itu membuat rumah tapak dengan harga terjangkau selalu diincar konsumen properti.
Kebutuhan itu juga disadari oleh pengembang properti Greenwood Group yang mengembangkan proyek perumahan Citaville Parung Panjang di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Di kawasan pengembangan seluas 7,7 hektate itu akan dibuat 674 unit rumah dan 12 toko.
Soal harga, CEO Greenwood Group Okie Imanto mengungkapkan, proyek perumahan itu akan terdiri dari tiga tipe hunian dengan harga mulai Rp200 juta sampai Rp380 juta. Tak ayal, proyek itu pun diserbu pembeli yang terlihat saat penjualan tahap 2 Citaville yang diminati lebih dari unit yang ditawarkan.
"Target pemasaran kami di tahap kedua ini hanya 114 unit. Tapi, jumlah permintaan yang masuk mencapai 420 unit. Pemasaran tahap pertama, sebanyak 202 unit juga sudah sold out," kata Okie dalam keterangan tertulisnya.
Citaville Parung Panjang mengusung konsep bangunan modern kontemporer dengan mengedepankan desain simple, unik, kekinian, serta memaksimalkan fungsi setiap ruangan.
"Dengan kata lain, meski harga yang ditawarkan cukup terjangkau namun setiap pembeli dipastikan akan dapat merasakan seluruh fungsi hunian secara utuh," ujar Okie.
Baca Juga: Pasar Pinjaman Online Butuh Direstrukturisasi
Proyek ini diperkirakan bakal menelan investasi sebesar Rp200 miliar. Seluruh pengembangan Citaville Parung Panjang diproyeksikan akan selesai dalam tiga tahun ke depan dan bisa mulai diserahterimakam secara bertahap mulai pertengahan tahun 2021.
Selain harga yang terjangkau, berbagai metode pembayaran pun diterapkan oleh Citaville untuk memberi akses kepads konsumen bisa memiliki hunian yang layak, mulai dari kredit perbankan dari bank yang telah bekerja sama, hingga cicilan langsung sampai 24 kali.
Okie mengakui, kesuksesan Citaville Parung Panjang membuatnya ingin mengembangkan brand Citaville ke wilayah lainnya, seperti Bogor, Bekasi, dan Semarang.
"Hal ini kami lakukan sebagai stetegi dalam menyiasati kondisi pasar properti yang secara umum masih stagnan. Hasilnya, memuaskan dimana kami pada tahun lalu masih mengalami peningakatan penjualan sebanyak 20% atau sekitar 1000 unit dari total proyek yang dikembangkan di Jabodetabek dan Bali,” ungkapnya.
Pemasaran Citaville dibantu oleh konsultan Epic Property dan platform perdagangan elektronik indonesiajitu.com (JITU) yang mengembangkan aplikasi berbasis android untuk menjangkau kaum milenial. (RO/OL-7)
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
IDAI peringatkan dampak El Nino Godzilla 2026 pada kesehatan anak. Simak tips menjaga daya tahan tubuh dan nutrisi anak saat cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Kendari mengusulkan perbaikan sebanyak 1.200 unit rumah tidak layak huni.
Memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik berlangsung tenang dan nyaman.
FENOMENA Generasi Z atau Gen Z lebih memilih menyewa rumah daripada membeli rumah atau properti. Merepons hal itu Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengatakan hal serupa terjadi di banyak negara
Selain berdampak pada aspek sosial, sektor perumahan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved