Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR oleokimia, salah satu produk hilir dari minyak sawit, diproyeksikan akan menyentuh 3 juta ton atau senilai US$1,9 miliar sepanjang tahun ini.
Secara volume, target tersebut ditetapkan lebih tinggi dari realisasi penjualan di 2018 yang hanya sebesar 2,7 juta ton. Namun, dari sisi nilai, target tahun ini lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai US$2,3 miliar.
"Ini tidak terlepas dari pelemahan harga komoditas minyak sawit dan turunannya dalam setahun terakhir. Kami berupaya menggenjot volumenya agar nilai yang diraih tidak terlalu turun signifikan," ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat di Jakarta, Selasa (19/11).
Di dalam negeri, ia mengatakan permintaan produk oleokimia juga tertekan karena beberapa persoalan, salah satunya adalah tingginya tarif tiket pesawat.
Baca juga: Sinar Mas Cepsa Mulai Operasikan Pabrik Oleokimia Senilai Rp4,77 Triliun
Rapolo menjelaskan produk-produk jadi oleokimia adalah barang-barang yang sangat akrab dan bisa ditemui sehari-hari serta banyak dipakai saat bepergian seperti sabun, sampo dan pasta gigi.
"Kalau tarif pesawat murah, industri pariwisata menggeliat, hunian hotel menjadi tinggi. Itu secara linear mempengaruhi permintaan oleokimia. Tapi jika sebaliknya, permintaan pasti akan ikut turun," terang Rapolo.
Oleokimia merupakan salah satu produk hilir kelapa sawit yang diolah dari inti sawit dan menghasilkan minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO).
Dalam prosesnya, oleokimia perlu melalui empat tahap pengolahan industri hingga bisa dimanfaatkan sebagai produk biosurfaktan atau bahan baku detergen, sabun dan sampo serta biolubrikan sebagai bahan baku pelumas. Produk oleokimia juga banyak dipakai di industri baja dan otomotif.
Saat ini, kapasitas terpasang industri tersebut di dalam negeri mencapai 5,4 juta ton per tahun, dengan kapasitas produksi terpakai sekitar 75% dari jumlah tersebut.(OL-5)
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Industri kelapa sawit turut memberikan multiplier effect positif terhadap perekonomian daerah serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan pendidikan teknis serta dukungan terhadap penelitian dan pemberian beasiswa di bidang kelapa sawit.
Lebih dari empat dekade sejak introduksi serangga penyerbuk pertama pada 1982, industri kelapa sawit Indonesia kembali memasuki babak baru melalui penguatan inovasi berbasis sains.
Penyebab karamnya KM Berkah Utama II diduga akibat kelebihan muatan. Saat berlayar, KM Berkah Utama II dilaporkan memuat sekitar 40 ton tanda buah segar (TBS).
Presiden Prabowo Subianto umumkan investasi besar untuk pembangunan kilang pengolahan avtur dari kelapa sawit dan minyak jelantah demi swasembada energi.
Pada peringatan 80 tahun Pendidikan Tinggi Teknik Kimia di Indonesia masalah besar di Tanah Air ialah ketergantungan pada produk kimia impor
Sepanjang Januari hingga November, ekspor produk oleochemical tercatat mencapai 4,5 juta ton dengan nilai US$2,4 miliar.
MAHALNYA harga gas dituding sebagai salah satu penyebab lambatnya laju industri di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved