Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Efek Indonesia (BEI) optimistis akan semakin banyak perusahaan yang melantai di bursa pada tahun 2019. Hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi pasar.
"Hari ini tiga (perusahaan go public), kemudian hingga awal Juli artinya kita sudah 24. Ke depan kita harap lebih promising lagi," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (8/7).
Nyoman menyebut, terdapat 15 perusahaan lain yang tengah antre untuk ikut listing di bursa. Dirinya menginformasikan kelima belas perusahaan tersebut akan melantai pada tahun ini.
"Saya belum bisa sampaikan data saat ini. Ada beberapa yang sedang proses engagement, ada yang engagement sedang jalan. Ke depan mudah-mudahan banyak yang akan tercatat," tuturnya.
Baca juga: Pekan Ketiga Mei, 12 Perusahaan Resmi Melantai di Bursa
Hingga saat ini, Nyoman menyatakan perusahaan yang listing di bursa didominasi oleh perusahaan swasta dari berbagai sektor.
"Sektor merata. Artinya perusahaan-perusahaan memberikan apresiasinya untuk melisting di bursa," tukasnya.
Untuk diketahui, hingga Juli 2019, sebanyak 24 perusahaan telah melantai di bursa. Sedangkan 15 perusahaan lain yang sedang antre di antaranya yakni PT Eastparc Hotel Tbk, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk, PT Fuji Finance Indonesia Tbk dan PT DMS Propertindo Tbk yang akan mencatatkan penawaran perdaannya besok, Selasa (9/7).(OL-5)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved