Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Badan Urusan Logistik (Bulog) harus melakukan berbagai inovasi agar beras yang tersimpan di gudang dapat terserap dengan baik melalui skema Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengungkapkan, selama ini, beras Bulog kurang diminati para penerima manfaat BPNT. Hal itu terlihat dari berkurangnya volume penyaluran beras perseroan di gerai e-warong.
Mereka, ucapnya, mengutamakan menyetok beras non-Bulog yang dinilai memiliki kualitas lebih baik.
"Bulog harus menyadari bahwa kini mereka memiliki banyak pesaing dalam penyaluran beras. Maka itu, peningkatak kualitas menjadi kewajiban agar produk mereka bisa terserap pasar," ujar Galuh melalui keterangan resmi, Kamis (27/6).
Baca juga: Bulog Sumbar Beli Beras Premium dari Petani
Saat dimintai keterangan, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Tri Wahyudi Saleh mengatakan pihaknya selalu berupaya menjaga mutu produk mereka dalam kondisi prima.
Bulog, tegasnya, menjalankan standar operasional dan prosedur (SOP) secara tertib. Salah satunya membuka gudang setiap pagi untuk memastikan kualitas sirkulasi udara terjaga dengan baik.
"Kami juga melakukan pengendalian hama gudang terpadu setiap saat. Bulog membersihkan lingkungan di dalam dan di luar gudang serta membuka pintu gudang setiap pagi dan sore untuk menjaga sirkulasi udara," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam setiap pengadaan beras yang dilakukan, pihaknya telah melalui berbagai prosedur ketat sesuai standar pengelolaan bahan pangan. Tidak hanya dalam pemasukannya, beras yang sudah tersimpan di dalam gudang juga terus dirawat dengan cara melakukan pengendalian hama, sanitasi dan aerasi gudang.
Pengecekan kualitas beras juga dilakukan setiap dua minggu oleh petugas quality control.
"Dalam pengelolaan, kami juga melakuan mekanisme first in first out, yang lebih dulu datang akan lebih dulu keluar, untuk menghindari kerusakan," jelasnya. (A-4)
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Rina Saadah optimistis target swasembada pangan nasional pada 2029 dapat tercapai, didasari keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras pada 2025.
Defiyan menekankan bahwa status swasembada hanya bisa diakui secara objektif jika secara faktual tidak ada lagi impor beras yang dilakukan oleh BUMN PT Badan Urusan Logistik (Bulog).
Minyakita laku keras di Pasar Gedhe Klaten karena harga terjangkau Rp15.700/liter. Pedagang berharap pasokan ditambah guna penuhi permintaan warga.
Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggandeng mitra untuk membuka kios RPK guna mengatasi kelangkaan Minyakita.
Meski stok melimpah, Mentan menekankan bahwa pemerintah tetap waspada terhadap tantangan eksternal, terutama dampak fenomena El Nino.
Kementerian Pertanian menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,5 juta ton sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved