Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ekonom Universitas Indonesia Telisa Aulia Falianty memerkirakan neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit) di kuartal II 2019 tidak akan lebih baik dari kuartal sebelumnya. Hal itu mengingat adanya pola musiman yaitu momen Ramadan dan Lebaran serta memanasnya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok.
"Itu kemungkinannya current account, ngga akan lebih baik dari kuartal I. Kemungkinan kecil untuk lebih baik dari kuartal I," kata Telisa dalam diskusi, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/5).
Sebagai informasi, Bank Indonesia melaporkan bahwa defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan I 2019 tercatat sebesar US$7,0 miliar dolar AS atau 2,6% dari PDB. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$9,2 miliar atau 3,6% dari PDB.
BI menilai defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2019 membaik sehingga menopang ketahanan sektor eskternal perekonomian Indonesia.
Telisa berpendapat membaiknya neraca transaksi berjalan di kuartal I 2019 lantaran nilai impor pada kuartal tersebut memang biasanya agak menurun. Itu karena biasanya aktivitas di awal tahun tidak terlalu banyak.
Sementara di kuartal II, ia memprediksi kebutuhan impor justru akan meningkat. Hal itu karena adanya momen Ramadan dan Lebaran. Maka itu, ia pun memprediksi neraca transaksi berjalan kuartal II tidak akan lebih baik dari kuartal sebelumnya. (A-3)
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved