Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN arus mudik oleh pemerintah pada tahun ini diapresiasi. Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan penanganan arus mudik relatif baik. Itu terlihat dari lancarnya perjalanan yang dialami pada pemudik.
"Secara umum untuk kendaraan pribadi mereka melihat kan sederhana, kalau tahun lalu 15 jam, tahun ini bisa berkurang itu sudah dianggap sukses," ujar Djoko saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (16/5).
Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh pemerintah ke depannya. Pertama, Djoko meminta pemerintah untuk memperbaiki konektivitas angkutan umum di bandara, terminal, dan pelabuhan di daerah-daerah. Sehingga, masyarakat tidak lagi kesulitan ketika ingin menggunakan angkutan umum saat mudik.
"Misal orang menggunakan angkutan umum sampai di tujuan baik terminal, pelabuhan, dan bandara tidak ada angkutan lanjutannya, beda dengan di Jakarta, di daerah tidak ada (angkutan lanjutannya)," ucapnya.
Perbaikan konektivitas angkutan umum di daerah itu, lanjut Djoko, agar masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan angkutan umum.
"Kalau tidak (ada angkutan lanjutan) akan semakin banyak orang (mudik) bawa mobil sendiri, masih ada kesempatan perbaikan sehabis lebaran langsung dikerjakan," tukasnya.
Selain itu, jika nanti jalan Tol Trans Jawa terhubung, ia meminta pemerintah untuk membuat standar pelayanan minimal (SPM) perjalanan. "Semisal buat standar waktu perjalanan ke Jateng maksimal 15 jam, ke Jatim 20 jam, dengan standar itu bisa terukur," sebutnya
Ia juga mengusulkan agar arus lalu lintas di tol semakin lancar, pemerintah perlu segera menerapkan proses pembayaran menggunakan OBU (On Board Unit). Dengan penggunaan OBU secara masif, maka perlahan bisa meniadakan fungsi gerbang tol.
"Sisa gerbang tol itu bisa digunakan untuk rest area darurat pada saat arus mudik," tukasnya.
Arus balik
Djoko menilai puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 19-20 Juni juga akan berjalan lancar. Sebab beberapa pemudik masih akan berada di kampung halaman dalam waktu yang lama.
Para pemudik tersebut yakni pemudik yang menjalani tradisi Lebaran ketupat yang jatuh sepekan setelah lebaran. Sedangkan para pekerja non formal yang tidak terikat aturan harus kembali bekerja pada tanggal 21 Juni.
Namun untuk mengantisipasi kepadatan bagi pemudik yang harus bekerja tanggal 21 Juni, maka antisipasi yang sama juga harus dilakukan seperti membuka maksimal gerbang tol ke arah Jakarta. "Antisipasinya dengan one way, dan contra flow itu jelas senjata pamungkas," pungkasnya. (OL-5)
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggelar sambang griya (open house) Idul Fitri 1440 Hijriah di rumah dinasnya, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta.
Total jumlah penerbangan selama pelaksanaan posko monitoring angkutan Lebaran 2018 ialah 8.131 penerbangan, meningkat 8,52% atau sebesar 846 pesawat lebih besar dibandingkan dengan periode Lebaran 2017.
Pekerjaan rumah yang akan segera dituntaskan yakni meningkatkan pengawasan dan meningkatkan keselamatan penyeberangan.
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved