Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet, eClinicalMedicine, menunjukkan bahwa mimpi buruk dapat menjadi lazim beberapa tahun atau bahkan beberapa dekade sebelum memori karakteristik dan masalah berpikir dari demensia terjadi.
Orang yang sering mengalami mimpi buruk di usia paruh baya lebih mungkin didiagnosis dengan demensia di kemudian hari, menurut penelitian di University of Birmingham.
Dr Abidemi Otaiku, dari Pusat Kesehatan Otak Manusia Universitas Birmingham, mengatakan bahwa ia dan timnya telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa mimpi buruk dapat dikaitkan dengan risiko demensia dan penurunan kognitif di antara orang dewasa yang sehat di populasi umum.
"Ini penting karena hanya ada sedikit indikator risiko demensia yang dapat diidentifikasi sejak usia paruh baya. Sementara lebih banyak pekerjaan perlu dilakukan untuk mengonfirmasi hubungan ini, kami percaya mimpi buruk bisa menjadi cara yang berguna untuk mengidentifikasi individu yang berisiko tinggi mengembangkan demensia, dan menerapkan strategi untuk memperlambat timbulnya penyakit," ujarnya, dikutip dari sciencedaily.com, Rabu (21/9).
Dalam studi tersebut, Dr Otaiku memeriksa data dari tiga kohort berbasis komunitas di AS. Ini termasuk lebih dari 600 pria dan wanita dewasa berusia antara 35 dan 64 tahun, dan 2.600 orang dewasa berusia 79 tahun ke atas. Semua peserta bebas demensia pada awal penelitian dan ditindaklanjuti selama rata-rata sembilan tahun untuk kelompok yang lebih muda dan lima tahun untuk peserta yang lebih tua.
Studi ini mulai mengumpulkan data antara tahun 2002 dan 2012. Peserta menyelesaikan berbagai kuesioner, termasuk Pittsburgh Sleep Quality Index, yang mencakup pertanyaan tentang seberapa sering individu mengalami mimpi buruk.
Data ini dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik untuk mengetahui apakah peserta dengan frekuensi mimpi buruk yang lebih tinggi lebih mungkin mengalami penurunan kognitif dan didiagnosis menderita demensia.
Penelitian menunjukkan bahwa orang paruh baya yang mengalami mimpi buruk empat kali atau lebih dalam sepekan mungkin mengalami penurunan kognitif selama dekade berikutnya, sementara orang yang lebih tua dua kali lebih mungkin didiagnosis menderita demensia.
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa asosiasi itu jauh lebih kuat untuk pria daripada wanita. Misalnya, pria yang lebih tua yang mengalami mimpi buruk setiap minggu lima kali lebih mungkin mengembangkan demensia daripada pria yang lebih tua yang tidak mengalami mimpi buruk. Namun, pada wanita, peningkatan risikonya hanya 41 persen.
Langkah selanjutnya untuk penelitian ini akan mencakup penyelidikan apakah mimpi buruk di kalangan anak muda dapat dikaitkan dengan risiko demensia di masa depan, dan apakah karakteristik mimpi lainnya, seperti seberapa sering kita mengingat mimpi dan seberapa jelas mimpi itu, juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko demensia. Menggunakan electroencephalography (EEG) dan magnetic resonance imaging (MRI), para peneliti juga berencana untuk menyelidiki dasar biologis dari mimpi buruk pada orang sehat dan penderita demensia. (M-2)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Dalam studi yang dilakukan peneliti dari Virginia Polytechnic Institute and State University, para ilmuwan menggunakan teknologi pengeditan gen untuk mengaktifkan kembali gen
Sejumlah riseti menunjukkan ada kebiasaan harian yang berkaitan dengan penyusutan volume otak atau brain atrophy.
Makanan cepat saji terasa sangat nikmat karena otak manusia berevolusi menyukai gula, lemak, dan garam. Penjelasan ilmiah ini mengungkap alasan fast food mudah bikin ketagihan.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Saat seseorang menguap, cairan serebrospinal (CSF) atau cairan yang melindungi dan menjaga fungsi sistem saraf pusat bergerak menjauh dari otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved