Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 20 buku pilihan koleksi Presiden Pertama Indonesia, Sukarno dipamerkan secara daring yang digelar oleh Museum Kepresidenan RI, Balai Kitri bekerjasama Historia.id dengan mengusung tajuk 'Bung Karno dan Buku-Bukunya', Selasa (24/11) kemarin.
Buku-buku tersebut sebagian besar berbahasa Belanda, Inggris, Perancis, dan Jerman. Sejarawan Bonnie Triyana yang juga menjadi kurator dalam pameran tersebut menduga buku-buku tersebut dibaca Bung Karno secara langsung dari bahasa aslinya saat ia berada di pengasingan.
Dalam paparannya Bonnie juga membocorkan beberapa judul buku koleksi Bung Karno yang dipamerkan, salah satunya berjudul Der Weg Zur Macht (Jalan Menuju Kekuasaan) karya seorang tokoh kiri Jerman, Karl Kautsky yang ditulis dalam font Gothic Jerman.
Kemudian ada juga buku Geschiedenis van het Moderne Imperialisme yang ditulis Jan Steffen Bartstra dalam bahasa Belanda. Menurut Bonnie buku itu punya kesan tersendiri bagi Bung Karno lantaran merupakan pemberian teman-temannya sebelum ia diasingkan.
Menurut pemimpin redaksi kanal Historia.id ini, tujuan dari diselenggarakannya pameran buku daring tersebut sejatinya adalah untuk merefleksikan pergulatan intelektual Bung Karno, yang bermula dari kebiasaannya membaca buku.
"Dalam pameran ini kita bisa melihat bagaimana negeri yang sekarang kita tinggali ini bermula, dari sebuah ide yang didapat Bung Karno dari buku-buku yang ia baca," kata Bonnie.
Turut membuka helatan pameran daring tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim. Dalam sambutannya Nadiem mengajak para pemuda Indonesia untuk meneladani semangat dan kegemaran Bung Karno dalam membaca buku.
"Sejak usia muda Bung karno sudah mengenal pemikiran-pemikiran besar pemimpin dunia, maupun pemikiran luhur dari bangsa sendiri melalui membaca buku," ungkap Nadiem. (M-4)
Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung bukan sekadar nostalgia sejarah. Menurutnya, semangat tersebut merupakan agenda nyata yang tetap relevan untuk menjawab krisis global
Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Qur’an
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Bonnie Triyana desak Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) karena dinilai bertentangan dengan prinsip bebas aktif
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Lepas dari mana yang benar, yang pasti para korban bencana baik di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bahkan sebagian kecil di Jawa, mereka semua saat ini memerlukan bantuan
BUNG Karno ialah tokoh kebangsaan yang dekat dengan para ulama, kiai, dan habaib.
SEKRETARIS Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut tragedi di Gaza, Palestina saat ini tidak akan terjadi kalau Presiden ke-1 RI Soekarno (Bung Karno) masih hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved