Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKEMAH atau kemping adalah salah satu kegiatan rekreasi luar ruangan yang bisa Anda lakukan untuk mengusir penat. Tapi, di tengah pandemi virus korona ini, apakah kegiatan berkemah aman dilakukan?
Menurut pakar, jika Anda tahu apa yang Anda hadapi dan berkenan mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan pihak berwenang, praktis kegiatan berkemah dapat Anda nikmati tanpa perlu khawatir.
Berikut adalah tujuh tips mengenai apa yang haru dan tidak boleh Anda lakukan saat berkemah, dari Angela Rasmussen, seorang ahli virus di Universitas Columbia dan Ryan Cunningham, pendiri blog berkemah 'Beyond the Tent', agar berkemah Anda menjadi menjadi lebih aman, seperti dilasir dari buzzfeed.com.
1. Tetap Pakai Masker
Anda mungkin keluar di udara terbuka, tetapi aturan keselamatan masih berlaku. Oleh karena itu jangan lepas masker Anda saat berkemah, terlebih jika Anda berkumpul dengan beberapa orang di luar rumah. Dengan tetap mengenakan masker, bukan hanya Anda yang akan terlindungi, namun orang-orang di sekitar Anda juga. Jangan lupa tetap jaga jarak aman.
Jika tidak memiliki masker, Anda dapat menggantinya dengan kain penutup wajah yang multifungsi. Anda juga dapat menggunakan Buff atau bandana dalam kondisi darurat.
2. Bawa Perlengkapan Kebersihan
Di alam bebas, Anda dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan. Agar terhindar dari segala risiko penularan virus, ada baiknya untuk terus membawa perlengkapan kebersihan (semisal sabun, obat kumur, tisu pembersih, dan hand sanitizer) dalam ransel kecil, sehingga Anda dapat menggunakannya sewaktu-waktu.
3. Hindari Berbagi Penggunaan Peralatan Secara Kolektif
Seringkali di alam terbuka kita berbagi penggunaan berbagai peralatan secara kolektif untuk menambah keakraban, namun dalam kondisi pandemi seperti saat ini penting kiranya untuk sebisa mungkin membatasi kegiatan berbagi penggunaan peralatan tersebut.
Pisahkan peralatan makan Anda dan jangan berbagi botol air dengan orang lain.
4. Cerdas Memilih Makanan
Saat ini belum ada bukti yang mendukung penularan covid 19 melalui makanan, namun sebagai upaya preventif ketika berkemah alangkah baiknya jika Anda berhati-hati dengan kebersihan makanan yang akan Anda konsumsi selama berkemah.
Terutama ketika memasak di alam terbuka, tetap perhatikan kebersihan, cuci segala bahan makanan yang akan dimasak dengan air bersih, dan pastikan jarak aman Anda terjaga ketika memasak dan menyantap makanan.
5. Berhati-hatilah Saat Menggunakan Kamar Mandi Perkemahan.
Jika perkemahan Anda memiliki fasilitas MCK seperti kamar mandi dan toilet umum, maka perlu hati-hati menggunakannya, karena biasanya kamar mandi umum memiliki sistem sirkulasi udara yang buruk. Bawalah perlengkapan kebersihan seperti sabun dan hand sanitizer setiap Anda berada di kamar mandi.
Selain itu, pastikan toilet tersebut bersih dan higienis setiap sebelum atau sesudah Anda menggunakannya.
6. Bawa Persediaan Obat
Bila Anda memutuskan untuk pergi berkemah dalam waktu dekat, obat-obatan menjadi perlengkapan penting yang tidak boleh ditinggalkan. Terutama mulitivitamin dan obat-obatan untuk pertolongan pertama.
Pastikan juga cek kesehatan Anda sebelum memutuskan untuk pergi berkemah.
7. Batasi Kelompok dan Pergi Ke Tempat yang Jauh
Ketika berbicara tentang penyebaran covid 19, kontak dengan orang lain adalah perhatian utama yang harus kita perhatikan saat berkemah.
Jika Anda ke destinasi-destinasi wisata yang memang diperuntukan untuk berkemah yang telah disediakan oleh pemerintah, kemungkinan besar Anda akan menemukan kerumunan orang.
Namun jika ingin menghindari kerumunan, Anda dapat mencoba berkemah di tempat-tempat yang bukan merupakan area perkemahan resmi pemerintah.
Jika Anda memutuskan untuk berkemah secara berkelompok, dalam kondisi pandemi ini sebisa mungkin batasi anggotanya, agar keamanan dan kenyamanan dapat terjaga. Selain itu semakin kecil kelompok, sampah yang dihasilkan selama kegiatan berkemah juga semakin sedikit. (M-4)
Saat ini, Indonesia memiliki 57 taman nasional dan 145 taman wisata alam dengan total 580 pintu masuk.
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
Selain untuk hiburan, wisata alam juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, serta mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ratusan wisatawan mengunjungi Camping Ground Pinetrees untuk berwisata menyambut Tahun Baru 2026.
Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Bumi Perkemahan Glagah Arum di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur.
Pahami pengertian wisata, jenis-jenisnya, manfaat untuk kesehatan dan pikiran, serta tips merencanakan liburan seru di artikel ini!
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved