Membatasi Kalori Tidak Bermanfaat Bagi Tubuh

Fetry Wuryasti
10/2/2020 15:00
Membatasi Kalori Tidak Bermanfaat Bagi Tubuh
Penlitian menunjukkan jika pembatasan asupan kalori kurang berdampak baik bagi tubuh.(Unsplash / Jamie Matocinos)

PENELITIAN menemukan bahwa tindakan menekan asupan kalori hanya akan mengacaukan nutrisi yang masuk ke tubuh. Sebab model diet seperti itu tidak memperhitungkan bagaimana komposisi kalori berpengaruh pada tubuh, mulai dari kadar gula darah, insulin, pencernaan, hormon lapar, dan keinginan makan selanjutnya.

"Kalori penting, tetapi jumlah kalori yang kita makan dan bakar, dipengaruhi oleh jenis makanan yang kita makan. Tubuh kita kompleks, dan makanan yang berbeda menciptakan interaksi kompleks dengan tubuh kita yang dapat membantu atau menghambat turun berat badan," kata ahli jantung Dariush Mozaffarian, dekan di Friedman School of Nutrition Science and Policy, Tufts University, Amerika Serikat, dilansir Huffpost.com, Kamis (6/2).

Pembatasan kalori dapat memicu siklus rasa cemas, kata Alissa Rumsey, seorang ahli diet terdaftar dan pelatih makan intuitif di Alissa Rumsey Nutrition and Wellness. Anda pun kehilangan kontak dengan isyarat lapar tubuh. Padahal ada beberapa makanan berkalori dengan nilai gizi yang lebih tinggi daripada lainnya seperti alpukat, salmon, minyak zaitun, dan biji chia.

“Dari sudut pandang kesehatan, lebih baik fokus pada kualitas diet, dengan menghindari makanan olahan berlebih dan makan dalam jumlah cukup," kata Arya Sharma, profesor kedokteran terkait obesitas di University of Alberta Kanada.

Sebaiknya seseorang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan sinyal tubuh mengenai apa dan kapan harus makan. Isi makanan yang mengandung serat, lemak sehat, dan fitonutrien, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, minyak nabati, sayuran, biji-bijian utuh yang diproses secara minimal, dan ikan, serta yogurt.

Yang terbaik adalah meminimalkan asupan makanan olahan berlebih seperti keripik, permen, soda, dan kue dalam kemasan, yang mengandung bahan-bahan seperti rasa buatan, minyak terhidrogenasi, dan pengawet. (M-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya