Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI sebuah peran dalam film Nikah Yuk, artis Yuki Kato harus belajar untuk mampu sebagai komikus. Dia pun harus terlibat dalam workshop menggambar komik selama proses persiapan sebelum syuting film yang disutradarai Adhe Dharmastriya tersebut dimulai.
“Kita reading sampai sebelum syuting mulai H-1, ada workshop gambar. Terus di set adegan gambar. Pas nunggu syuting antara waktu take aku belajar lagi,” ujar Yuki saat ditemui dalam acara peluncuran poster dan trailer film Nikah Yuk di Jakarta.
Bagi gadis kelahiran 24 tahun silam itu, belajar menjadi komikus merupakan tantangan terberat selama persiapan film ini. Apalagi dia menyadari kemampuan menggambarnya biasa-biasa saja.
“Challenge belajar komik. Maksudnya belajar sketsa karena aku bisanya menggambar standar saja kayak gunung tengahnya matahari. Selama reading aku belajar menggambar komik,” kenangnya.
Tentang hasil dari upayanya belajar ilmu komik itu, Yuki hanya tertawa saja saat menjawabnya.
Film Nikah Yuk bercerita mengenai Arya (Marcell Darwin) yang diminta orangtuanya untuk segera menikah. Namun, Arya masih ingin fokus dengan kariernya. Akan tetapi, orangtua Arya tak kehabisan akal dan mulai merencanakan berbagai ide gila yang tak mungkin ditolak Arya.
Hingga suatu hari Arya bertemu dengan Lia (Yuki Kato), seorang komikus yang membawa kehidupannya ke babak baru.
Film bergenre komedi-romantis yang rencanannya tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 Februari, ini, mengambil latar tempat di Jepang dan Indonesia.
Menurut sang sutradara, film yang memadukan budaya Indonesia dan Jepang ini menceritakan kehidupan sehari-hari yang tanpa disadari jodoh itu datang dengan sendirinya.
Keinginan khusus
Memasuki 2020, gadis kelahiran Kota Malang, Jawa Timur, itu, juga punya hasrat untuk bisa mengendarai sepeda motor. Dia mengaku selama ini merasa takut bila hendak mengendarai motor sendiri.
“Pengin banget bisa naik motor. Gue bakal belajar naik motor sih. Soalnya gue enggak bisa naik motor dan hidup hanya sekali,” kata Yuki.
Yuki yang sebelumnya juga membintangi film Wedding Operation itu mengaku sebenarnya ia tidak pernah memiliki resolusi sebab dia tidak ingin target tersebut malah membuatnya terbebani.
“Jujur aku enggak pernah punya resolusi, terus kalau nanti tidak tercapai jadi stres, terus jadi enggak bersyukur,” ujarnya.
Ke depannya, Yuki pun berkeinginan fokus pada dunia presenter atau pembawa acara. Dia merasa kemampuannya dalam memandu sebuah program televisi masih kurang. Oleh karenanya, dia ingin lebih banyak belajar.
“Kayaknya di bidang presenting, aku lebih ingin coba digodok lagi, karena sebenarnya tahun ini aku lebih ke dunia hosting ya, dikejar itu sih lebih ke pengalaman,” tutupnya. (Ant/H-1)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved