Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tidak makan dan minum beberapa jam selama sebulan penuh menjadi kesempatan emas menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan, selain beribadah.
Setelah berpuasa, badan terasa bugar dan ringan bukan? Banyak manfaat yang dirasakan setelah berpuasa, seperti diungkapkan dalam studi medis tentang puasa untuk mengendalikan angka tekanan darah, kadar kolesterol, dan sensitivitas insulin tubuh.
Menurut penelitian itu, puasa bertindak sebagai detoksifikasi. Racun yang tersimpan dalam lemak akan dilarutkan dan keluarkan dari tubuh anda. Setelah beberapa hari berpuasa, tubuh akan memproduksi hormon endorfin (hormon yang akan membuat Anda merasa bahagia) lebih banyak, sehingga berdampak positif pada kesehatan mental.
Selama berpuasa tubuh anda tidak mendapatkan energi dari makanan. Cadangan energi akan disimpan dalam bentuk glukosa pada hati dan otot. Proses penyimpanan cadangan energi dimulai delapan jam setelah Anda terakhir kali makan, yaitu sahur. Ketika glukosa yang tersimpan digunakan, tubuh mulai membakar lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi, yang membuat berat badan anda berkurang.
Penggunaan lemak sebagai energi juga menjaga kekuatan otot dan menurunkan kolesterol. Sehingga anda perlu memperhatikan keseimbangan makanan anda selama puasa. Makanan yang dikonsumsi harus mengadung energi yang cukup, seperti makanan berkarbohidrat dan lemak.
Selain itu perhatikan pola makan anda, terutama saat buka. Pasalnya setelah berpuasa, anda akan kalap makan. Padahal puasa membuat metabolisme tubuh berjalan lambat dari biasa. Sehingga berisiko menaikan berat badan jika porsi berlebihan.
Menurunnya berat badan menjadi berkah tambahan bagi puasa anda. Pasalnya membatasi sementara makanan yang dikonsumsi bermanfaat bagi otak kita, menyeimbangkan hormon, dan menggunakan simpanan lemak untuk energi.
Anda membakar dua jenis energi sekalius di dalam tubuh anda, yakni gula dan lemak. Gula disimpan sebagai glikogen di hati dan otot. Setelah gula habis, tubuh Anda akan mulai perlu mengakses cadangan lemak Anda, dan mulai menggunakannya untuk energi. (M-3)
Baca juga : 9 Cara Sederhana Kembali Berolahraga
Pakar kesehatan olahraga menyarankan transisi bertahap saat kembali berolahraga usai Lebaran untuk menghindari cedera dan detraining effect.
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved