Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAWAL dari kegundahan akan merebaknya virus SARS-CoV-2 di Indonesia, termasuk di Bandung, Dr Syarif Hidayat, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan ITB, merasa harus berbuat sesuatu.
Terlebih ITB kemudian melakukan lock out serta memberlakukan aturan dan prosedur ketat dan panjang untuk bisa memasuki wilayah kampus. Hal itu juga terjadi di lingkungan Masjid Salman ITB, masjid tempat dia menjadi pembina dan pengurusnya. Dia merasa bahwa hidupnya tidak boleh didikte ketakutan.
“Saya mengerti bahwa kita harus social distancing, harus ada penyaringan, tetapi cara kita menangani ketakutan dengan cara yang panik, menurut pendapat saya itu tidak tepat,” jelas Syarif saat dihubungi, Kamis (30/4).
Ia menambahkan, “Saya harus berbuat sesuatu. Daripada saya diam saja di rumah, menghitung berapa banyak jumlah orang yang sudah meninggal dan seberapa dekatnya bahaya datang ke rumah kita dan sambil kita tidak berdaya, saya memilih berdaya.”
Inisiatifnya untuk menciptakan suatu alat yang bisa membantu, dia harapkan bisa mengurangi rasa khawatirnya karena penyebaran virus yang sudah makin dekat ke lingkungan kampungnya.
Lalu kebetulan, dia ditanya stafnya di Masjid Salman ITB, apakah bisa membuat ventilator. Dia pun mempelajari kemungkinannya dalam satu malam. “Insya Allah saya katakan bisa. Karena itu buatan manusia. Saya terbiasa membuat sesuatu yang orang lain mengatakan tidak bisa, dan saya biasa melakukan sesuatu yang sebelumnya menentang arus. Sampai sekarang saya belum berhenti untuk menemukan apa lagi yang bisa dilakukan,” ujar inventor yang memiliki banyak paten dan publikasi itu.
Ventilator dengan fungsi sederhana yang dia buat diyakininya akan mampu mencegah pasien covid-19 tahap awal yang sesak napas. Dengan begitu, pasien tidak perlu sampai terpuruk dan masuk ICU. “Namun, ini masalah pilihan teknologi. Jangan menilai teknologi hanya dari canggihnya, tapi juga dari tepatnya teknologi digunakan untuk menyelesaikan masalah. Jujur saya pribadi tidak silau dengan apa yang diciptakan MIT (Massachusetts Institute of Technology) dengan alat-alat canggihnya. Bagi saya, kita harus punya pemikiran sendiri untuk penemuan teknologi yang tepat mengatasi masalah. Kita bisa di depan MIT,” tegas Syarif. (Try/M-2)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved