NASA Kembali Temukan Jejak Kehidupan di Mars Lewat Temuan Molekul Mirip DNA

Nadhira Izzati A
23/4/2026 21:27
NASA Kembali Temukan Jejak Kehidupan di Mars Lewat Temuan Molekul Mirip DNA
Robot penjelajah Curiosity milik NASA di Mars pada 25 Oktober 2020.(NASA)

BARU-BARU ini, robot penjelajah Curiosity milik NASA yang telah mendarat sejak 2012, memberikan terobosan besar mengenai misteri masa lalu Mars. 

Melalui sampel batuan bernama "Mary Anning 3" di wilayah Gunung Sharp, ilmuwan berhasil mengidentifikasi koleksi molekul organik paling beragam yang pernah ditemukan. 

Wilayah ini dulunya merupakan oase yang dipenuhi danau dan aliran sungai miliaran tahun silam. Batuan di area tersebut kaya akan mineral lempung, yang terbukti sangat efektif dalam mengawetkan senyawa organik selama miliaran tahun.

Penemuan ini merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun melalui analisis sampel batuan yang dibor pada 2020 di wilayah yang sama.

Penemuan Molekul Organik yang Belum Pernah Terlihat

Dari total 21 molekul yang mengandung karbon yang diidentifikasi dalam sampel tersebut, tujuh di antaranya baru pertama kali terdeteksi di Mars. 

Salah satu yang paling menarik perhatian ilmuwan adalah nitrogen heterocycle, sebuah struktur cincin atom karbon yang mencakup nitrogen. Struktur molekul jenis ini dianggap sebagai pendahulu RNA dan DNA, dua asam nukleat yang menjadi kunci informasi genetik bagi kehidupan.

"Deteksi itu sangat mendalam karena struktur ini dapat menjadi prekursor kimiawi bagi molekul mengandung nitrogen yang lebih kompleks. Nitrogen heterocycles belum pernah ditemukan sebelumnya di permukaan Mars atau dikonfirmasi dalam meteorit Mars," ungkap Amy Williams, penulis utama penelitian dari University of Florida. 

Selain itu, ditemukan pula benzothiophene, sebuah molekul yang mengandung karbon dan belerang yang sering ditemukan pada meteorit yang diduga menjadi benih kimia prabiotik di awal tata surya.

Analisis Kimia Canggih SAM

Keberhasilan penemuan ini tidak lepas dari peran laboratorium mini canggih bernama Sample Analysis at Mars (SAM) yang berada di dalam tubuh Curiosity. 

Robot ini menggunakan bor untuk menghaluskan sampel batu menjadi bubuk, lalu memasukannya ke dalam oven bersuhu tinggi untuk melepaskan gas yang kemudian dianalisis komposisinya. 

SAM juga memiliki kemampuan "kimia basah" yang menggunakan pelarut khusus untuk memecah molekul besar yang sulit dideteksi. Sampel Mary Anning 3 adalah sampel pertama yang dipaparkan pada larutan kuat bernama tetramethylammonium hydroxide (TMAH).

“Koleksi molekul organik ini sekali lagi meningkatkan prospek bahwa Mars menawarkan rumah bagi kehidupan di masa lalu yang kuno," ujar Ashwin Vasavada, ilmuwan proyek misi ini dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Misi Masa Depan

Meskipun para ilmuwan belum dapat memastikan apakah molekul-molekul organik ini diciptakan melalui proses biologis atau geologis, penemuan ini memperkuat konfirmasi bahwa Mars kuno memiliki kimia yang tepat untuk mendukung kehidupan. 

Keberhasilan ini menjadi batu loncatan penting bagi misi-misi eksplorasi ruang angkasa di masa depan. Teknologi serupa kini sedang dipersiapkan untuk robot penjelajah Rosalind Franklin milik badan antariksa Eropa (ESA) serta misi Dragonfly yang akan mengeksplorasi Titan, bulan milik Saturnus. (NASA, Florida Today, Securities.io/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya