Asteroid Raksasa "God of Chaos" Akan Melintas Sangat Dekat dengan Bumi pada 2029, Bisa Dilihat dari Indonesia

Nadhira Izzati A
16/4/2026 12:05
Asteroid Raksasa
Asteroid Apophis akan melintasi Bumi dengan jarak sangat dekat dan akan terlihat di langit malam dengan mata telanjang dari sebagian besar Eropa, Afrika, dan Asia.(ESA-Science Office)

BUMI akan segera menyambut kedatangan tamu kosmik yang luar biasa pada 2029. Asteroid 99942 Apophis, yang dinamai berdasarkan dewa kekacauan Mesir kuno, akan melintas sangat dekat dengan Bumi. 

Objek luar angkasa berukuran raksasa ini, yang diperkirakan seluas tiga lapangan sepak bola atau sekitar 375 meter, akan memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan dan masyarakat umum untuk menyaksikan fenomena alam yang hanya terjadi sekali dalam beberapa ribu tahun.

Asteroid ini diperkirakan akan melintas dalam jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak ini sangatlah dekat, bahkan lebih rendah daripada orbit satelit geostasioner yang biasanya berada di ketinggian 36.000 kilometer.

Meski awalnya sempat memicu kekhawatiran global saat ditemukan pada 2004, NASA memastikan  tidak ada risiko tabrakan setidaknya untuk 100 tahun ke depan. Saat ini, Apophis diklasifikasikan sebagai "asteroid berpotensi berbahaya" hanya karena ukuran dan kedekatan lintasannya, bukan karena ancaman benturan langsung.

Kapan Bisa Dilihat di Indonesia?

Bagi masyarakat di Indonesia, fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu pagi, 14 April 2029. Berbeda dengan asteroid pada umumnya yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menunjukkan pergerakan, kecepatan Apophis akan terlihat jelas hanya dalam hitungan menit.

Berikut adalah rincian waktu penting untuk pengamat di wilayah Indonesia (WIB):

  • Puncak Kecerahan: Terjadi sekitar pukul 03.35 WIB (14 April 2029). Pada saat ini, asteroid akan berada pada titik paling terang dan paling mudah dideteksi.
  • Titik Terdekat dengan Bumi: Terjadi sekitar pukul 04.45 WIB (14 April 2029).

Apophis akan tampak sebagai titik cahaya menyerupai bintang yang bergerak cepat melintasi langit malam sebelum fajar menyingsing.

Cara Melihat Asteroid Apophis

Satu hal yang membuat peristiwa ini unik adalah ukuran Apophis yang cukup besar sehingga memungkinkan untuk dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop. Namun, ada beberapa tips untuk mendapatkan pengalaman terbaik:

  • Cari Lokasi Gelap: Pilih tempat yang jauh dari polusi cahaya perkotaan.
  • Cakrawala Bersih: Pastikan pandangan ke langit tidak terhalang bangunan atau pohon.
  • Kondisi Cuaca: Kelembapan rendah dan langit cerah sangat menentukan visibilitas.

Karena asteroid ini akan mencapai tingkat kecerahan magnitudo 3.1, ia akan terlihat cukup jelas bagi mata manusia di lokasi yang benar-benar gelap sebagai objek yang melintasi gugusan bintang latar belakang.

Peluang Emas bagi Sains dan Teknologi

Gravitasi Bumi yang kuat diprediksi akan memberikan efek fisik nyata pada tubuh asteroid. NASA menyebutkan tarikan gravitasi dapat "meregangkan" dan "meremas" Apophis, yang berpotensi memicu tanah longsor kecil di permukaannya.

"Efek dari pasang surut ini akan mencakup perubahan kecepatan putaran Apophis, guncangan seismik di bagian dalamnya, dan bahkan mungkin tanah longsor di permukaannya,” ungkap Nick Moskovitz, ilmuwan planet di Observatorium Lowell.

Menanggapi peluang ini, berbagai agensi antariksa telah menyiapkan misi khusus. Misi Ramses milik Badan Antariksa Eropa (ESA) berencana meluncur pada 2028 untuk mengamati asteroid sebelum dan selama lintasan, sementara pesawat ruang angkasa OSIRIS-APEX milik NASA akan mengorbit Apophis pada Juni 2029 untuk meneliti perubahan strukturnya setelah berinteraksi dengan gravitasi Bumi. 

NASA menegaskan bahwa fenomena ini adalah kesempatan luar biasa dan benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang Apophis dan asteroid serupa yang berada di dekat Bumi. (Space.com/CBS News/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya