Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUMI akan segera menyambut kedatangan tamu kosmik yang luar biasa pada 2029. Asteroid 99942 Apophis, yang dinamai berdasarkan dewa kekacauan Mesir kuno, akan melintas sangat dekat dengan Bumi.
Objek luar angkasa berukuran raksasa ini, yang diperkirakan seluas tiga lapangan sepak bola atau sekitar 375 meter, akan memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan dan masyarakat umum untuk menyaksikan fenomena alam yang hanya terjadi sekali dalam beberapa ribu tahun.
Asteroid ini diperkirakan akan melintas dalam jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak ini sangatlah dekat, bahkan lebih rendah daripada orbit satelit geostasioner yang biasanya berada di ketinggian 36.000 kilometer.
Meski awalnya sempat memicu kekhawatiran global saat ditemukan pada 2004, NASA memastikan tidak ada risiko tabrakan setidaknya untuk 100 tahun ke depan. Saat ini, Apophis diklasifikasikan sebagai "asteroid berpotensi berbahaya" hanya karena ukuran dan kedekatan lintasannya, bukan karena ancaman benturan langsung.
Bagi masyarakat di Indonesia, fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu pagi, 14 April 2029. Berbeda dengan asteroid pada umumnya yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menunjukkan pergerakan, kecepatan Apophis akan terlihat jelas hanya dalam hitungan menit.
Berikut adalah rincian waktu penting untuk pengamat di wilayah Indonesia (WIB):
Apophis akan tampak sebagai titik cahaya menyerupai bintang yang bergerak cepat melintasi langit malam sebelum fajar menyingsing.
Satu hal yang membuat peristiwa ini unik adalah ukuran Apophis yang cukup besar sehingga memungkinkan untuk dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop. Namun, ada beberapa tips untuk mendapatkan pengalaman terbaik:
Karena asteroid ini akan mencapai tingkat kecerahan magnitudo 3.1, ia akan terlihat cukup jelas bagi mata manusia di lokasi yang benar-benar gelap sebagai objek yang melintasi gugusan bintang latar belakang.
Gravitasi Bumi yang kuat diprediksi akan memberikan efek fisik nyata pada tubuh asteroid. NASA menyebutkan tarikan gravitasi dapat "meregangkan" dan "meremas" Apophis, yang berpotensi memicu tanah longsor kecil di permukaannya.
"Efek dari pasang surut ini akan mencakup perubahan kecepatan putaran Apophis, guncangan seismik di bagian dalamnya, dan bahkan mungkin tanah longsor di permukaannya,” ungkap Nick Moskovitz, ilmuwan planet di Observatorium Lowell.
Menanggapi peluang ini, berbagai agensi antariksa telah menyiapkan misi khusus. Misi Ramses milik Badan Antariksa Eropa (ESA) berencana meluncur pada 2028 untuk mengamati asteroid sebelum dan selama lintasan, sementara pesawat ruang angkasa OSIRIS-APEX milik NASA akan mengorbit Apophis pada Juni 2029 untuk meneliti perubahan strukturnya setelah berinteraksi dengan gravitasi Bumi.
NASA menegaskan bahwa fenomena ini adalah kesempatan luar biasa dan benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang Apophis dan asteroid serupa yang berada di dekat Bumi. (Space.com/CBS News/Z-2)
Asteroid Apophis akan melintas dekat Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, sekaligus jadi peluang langka untuk penelitian kosmik.
Asteroid Apophis akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. NASA memastikan aman, namun fenomena ini sangat langka.
Asteroid 2024 YR4 berdiameter 65 meter diperkirakan memiliki peluang 4% menabrak Bulan pada Desember 2032.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved