Temuan Teleskop James Webb: Eksoplanet Raksasa 29 Cygni b Dobrak Teori Pembentukan Planet

Thalatie K Yani
16/4/2026 10:31
Temuan Teleskop James Webb: Eksoplanet Raksasa 29 Cygni b Dobrak Teori Pembentukan Planet
Astronom temukan rahasia eksoplanet 29 Cygni b lewat Teleskop James Webb. Temuan ini mengungkap bagaimana planet raksasa terbentuk layaknya planet kecil, bukan bintang.(NASA, ESA, CSA, J. Olmsted)

MENGGUNAKAN Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para astronom berhasil menyelidiki sebuah planet asing yang dapat membantu mendefinisikan ulang garis pemisah antara planet dan bintang. Objek menarik ini adalah 29 Cygni b, sebuah planet gas raksasa dengan massa sekitar 15 kali lipat Jupiter yang terletak 133 tahun cahaya dari Bumi.

Selama ini, sebagian besar planet dianggap terbentuk melalui proses bottom-up (dari bawah ke atas), di mana bongkahan kecil batu dan es bersatu secara bertahap untuk membentuk sebuah dunia. Namun, teori ini biasanya sulit menjelaskan pembentukan planet dengan massa sebesar 29 Cygni b.

Planet raksasa seperti ini umumnya dianggap terbentuk melalui proses top-down (dari atas ke bawah), yakni keruntuhan langsung gumpalan gas dan debu padat di dalam piringan protoplanet, cara yang sama dengan pembentukan bintang. Namun, data terbaru dari JWST menunjukkan bukti kuat planet raksasa seperti 29 Cygni b ternyata bisa terbentuk melalui proses bottom-up, sama seperti planet-planet kecil lainnya.

Bukti Kandungan Logam yang Melimpah

Tim peneliti menangkap gambar langsung 29 Cygni b menggunakan Kamera Inframerah Dekat (NIRCam) milik JWST. Mereka meneliti cahaya yang diserap oleh karbon dioksida dan karbon monoksida untuk mengukur proporsi elemen yang lebih berat dari helium, yang dalam dunia astronomi disebut sebagai "logam".

Hasilnya mengejutkan. Eksoplanet ini tidak hanya 150 kali lebih kaya logam dibandingkan Bumi, tetapi juga jauh lebih kaya logam dibandingkan bintang induknya sendiri. Hal ini mengindikasikan bahwa saat masa pembentukannya, gas raksasa tersebut "melahap" banyak materi yang kaya logam dari piringan protoplanet di sekitarnya.

Selain itu, tim menentukan bahwa orientasi orbit 29 Cygni b sejajar dengan rotasi bintang induknya. Ini memperkuat bukti bahwa planet tersebut memang terbentuk di dalam piringan protoplanet, bukan melalui proses keruntuhan awan gas yang terpisah layaknya sebuah bintang.

Menghapus Batas Planet dan Bintang

29 Cygni b berada di garis batas proses pembentukan. Meskipun massanya yang besar menunjukkan proses top-down, orbitnya yang luas, dengan jarak rata-rata 2,4 miliar kilometer dari bintangnya, mirip dengan Uranus di tata surya kita, memberikan petunjuk kuat pada mekanisme pembentukan bottom-up.

Planet ini juga diketahui masih relatif muda dan tetap panas sejak masa pembentukannya, dengan suhu berkisar antara 530 hingga 1.000 derajat Celsius.

Melalui program penelitian yang terus berlanjut, para ilmuwan berharap dapat memahami apakah dunia serupa lainnya juga mengumpulkan materi kaya logam secara agresif selama pembentukannya. Temuan ini diharapkan dapat memecahkan misteri lama tentang bagaimana planet-planet paling masif di galaksi Bimasakti lahir.

Penelitian tim ini telah resmi diterbitkan pada Selasa (14/04) di jurnal Astrophysical Journal Letters. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya