Ilmuwan Prediksi Superbenua Pangea Ultima akan Terbentuk, Bumi Bisa Jadi tak Layak Huni

N Apuan Iskandar
10/4/2026 22:20
Ilmuwan Prediksi Superbenua Pangea Ultima akan Terbentuk, Bumi Bisa Jadi tak Layak Huni
Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan memprediksi bahwa Bumi di masa depan akan kembali membentuk satu daratan raksasa yang dikenal sebagai superbenua. Dalam skenario terbaru, superbenua tersebut disebut Pangea Ultima dan diperkirakan akan terbentuk sekitar 250 juta tahun mendatang akibat pergerakan lempeng tektonik yang terus berlangsung.

Fenomena terbentuknya superbenua sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah geologi Bumi. Sekitar 300 juta tahun lalu, seluruh daratan pernah menyatu dalam satu wilayah besar yang disebut Pangea. Namun, kondisi yang akan terjadi pada Pangea Ultima diperkirakan jauh lebih ekstrem dibandingkan masa lalu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience mengungkap bahwa sebagian besar wilayah daratan di masa depan berpotensi menjadi tidak layak huni bagi mamalia, termasuk manusia. Hal ini disebabkan oleh kombinasi suhu ekstrem, tingkat kelembapan tinggi, serta peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer.

Dalam simulasi yang dilakukan para peneliti, terbentuknya superbenua akan memperparah efek pemanasan global. Wilayah daratan yang luas akan jauh dari pengaruh laut, sehingga kehilangan efek pendinginan alami. Kondisi ini memicu fenomena yang dikenal sebagai “continentality”, di mana suhu daratan menjadi sangat panas dan kering.

Selain itu, aktivitas vulkanik diperkirakan meningkat secara signifikan selama proses pembentukan superbenua. Letusan gunung api dalam skala besar dapat melepaskan karbon dioksida dalam jumlah besar ke atmosfer, yang semakin memperkuat efek rumah kaca.

Faktor lain yang turut memperburuk kondisi adalah peningkatan intensitas radiasi Matahari. Dalam ratusan juta tahun ke depan, Matahari diprediksi akan menjadi sekitar 2,5 persen lebih terang dibandingkan saat ini, sehingga mempercepat kenaikan suhu global.

Akibat gabungan faktor-faktor tersebut, para ilmuwan memperkirakan lebih dari 90 persen wilayah daratan akan menjadi terlalu panas untuk dihuni. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kepunahan massal, terutama bagi spesies mamalia yang memiliki batas toleransi suhu tertentu.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa skenario ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat panjang, sehingga tidak menjadi ancaman langsung bagi manusia saat ini. Namun, studi ini memberikan gambaran penting tentang bagaimana perubahan geologi dan iklim ekstrem dapat memengaruhi keberlangsungan kehidupan di Bumi.

Sumber: Nature Geoscience, Scientific American, Smithsonian Magazine, Earth.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya