Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT kini menjadi pintu masuk tak terduga bagi para penyintas kekerasan seksual untuk melaporkan kasus pelecehan ritual terorganisir. Para pakar di Inggris mengungkapkan adanya lonjakan laporan yang dipicu interaksi korban dengan alat AI tersebut saat mencari sarana terapi mandiri.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa praktik pelecehan ritual, sihir, hingga "kekerasan spiritual" (WSPRA) terhadap anak-anak merupakan kasus yang sangat jarang dilaporkan di Inggris. Meski tidak ada tuntutan hukum modern yang secara spesifik mencakup hal ini, kejahatan tersebut ditandai dengan elemen ritualistik, terkadang terinspirasi oleh pemujaan setan atau keyakinan agama esoteris, untuk mengendalikan korban.
Gabrielle Shaw, CEO Asosiasi Nasional untuk Orang-orang yang Dilecehkan pada Masa Kanak-kanak (Napac), mengungkapkan adanya kenaikan laporan yang konsisten dalam 18 bulan terakhir. Menariknya, semakin banyak penyintas yang mengaku diarahkan oleh AI untuk mencari bantuan profesional.
"Selama enam bulan hingga satu tahun terakhir, orang-orang menghubungi saluran bantuan Napac dan mengatakan: 'Saya dirujuk kepada Anda oleh ChatGPT'. Masyarakat menggunakan AI, ChatGPT, sebagai bentuk terapi dan eksplorasi. Ada perasaan campur aduk mengenai hal itu, tetapi jika itu menjadi jalur menuju dukungan, maka itu adalah hal yang baik," ujar Shaw.
Shaw menambahkan bahwa laporan ini bukan sekadar lonjakan sesaat pada hari-hari besar keagamaan tertentu, melainkan kenaikan yang berkelanjutan. Dari 36.700 panggilan selama sembilan tahun ke Napac, sebanyak 1.310 di antaranya menyebutkan pelecehan ritual terorganisir yang sering kali bersifat antargenerasi.
Sejak 1982, tercatat hanya ada 14 kasus pidana di Inggris yang secara resmi mengakui adanya praktik ritualistik dalam pelecehan seksual. Namun, penelitian tahun 2025 oleh psikolog klinis Dr. Elly Hanson menemukan angka hukuman tersebut hanyalah "puncak gunung es".
Salah satu hambatan utama dalam penegakan hukum adalah sifat kasus yang sering terdengar "fantastis" atau tidak masuk akal. Richard Fewkes, direktur program kepolisian Hydrant, mengakui adanya celah keadilan ini.
"Kita perlu meningkatkan sistem secara keseluruhan dalam menanganinya, hal ini ada, memang terjadi, dan sebenarnya tidak dilaporkan (ke polisi). Kita telah mengetahui hal ini selama bertahun-tahun," jelas Fewkes.
Dr. Elly Hanson menekankan kebenaran sering kali hilang di antara keraguan publik dan teori konspirasi fiktif. Ia juga mematahkan stereotipe pelecehan semacam ini hanya terjadi pada budaya tertentu.
"Kami tidak melihat pelecehan ini terjadi pada budaya tertentu saja. Ini adalah sesuatu yang kami lihat terjadi di dalam keluarga kulit putih Inggris yang sering kali memiliki hak istimewa. Hal ini tidak sesuai dengan stereotipe apa pun," tegas Hanson.
Saat ini, kepolisian Inggris di bawah arahan National Police Chiefs’ Council (NPCC) mulai meluncurkan pelatihan khusus bagi petugas untuk mengidentifikasi dan menangani kasus-kasus WSPRA guna memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak. (The Guardian/Z-2)
DINAMIKA ekonomi global yang semakin kompleks mendorong pelaku usaha mempercepat transformasi digital sebagai strategi menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis.
ChatGPT Images 2.0 OpenAI populer di Indonesia. Simak tren penggunaan, fitur terbaru, hingga panduan membuat stiker dan foto nostalgia SMA 90-an.
Google resmi meluncurkan fitur Personal Intelligence untuk Gemini di Indonesia. Hubungkan Gmail dan Google Photos dengan aman untuk asisten AI yang lebih cerdas.
BEBERAPA tahun lalu, mengirim email dengan tata bahasa dan ejaan yang sempurna adalah simbol profesionalisme, kecerdasan, dan ketelitian.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved