Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PLANET Mars dikenal sebagai planet merah karena warnanya yang kemerahan. Namun, jika diamati dari Bumi, kecerahannya tidak selalu sama. Ada kalanya Mars tampak sangat terang, sementara di waktu lain terlihat redup dan kurang mencolok. Perubahan ini bukan kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor astronomi.
Menurut informasi yang dilansir dari laman EarthSky, perbedaan terang-redup Mars terutama berkaitan dengan jaraknya dari Bumi, posisi orbit, serta ukuran planet itu sendiri.
Salah satu alasan utama mengapa kecerahan Mars mudah berubah adalah karena ukurannya yang relatif kecil. Diameter Mars hanya sekitar 6.790 kilometer, atau sedikit lebih dari setengah ukuran Bumi.
Sebagai perbandingan, Jupiter memiliki diameter sekitar 140.000 kilometer. Bahkan, lebih dari 20 planet seukuran Mars bisa berjajar di depan Jupiter. Karena ukurannya yang besar, Jupiter hampir selalu tampak terang dari Bumi. Sedangkan, Mars yang kecil tidak memiliki keunggulan visual tersebut, sehingga tingkat kecerahannya sangat bergantung pada jaraknya dari Bumi.
Mars dan Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan dan lintasan yang berbeda. Akibatnya, jarak antara kedua planet ini selalu berubah.
Ketika Bumi berada lebih dekat dengan Mars, planet merah itu tampak jauh lebih terang. Sebaliknya, saat Mars berada di sisi berlawanan dari Matahari atau berada jauh dari Bumi, cahayanya terlihat lebih redup. Inilah alasan mengapa Mars bisa tampak sangat mencolok pada periode tertentu, tetapi hampir tidak menarik perhatian pada waktu lainnya.
Momen ketika Mars berada paling terang disebut oposisi. Pada saat ini, Bumi berada tepat di antara Matahari dan Mars, sehingga jarak kedua planet menjadi relatif dekat. Mars mengalami oposisi sekitar setiap 26 bulan atau kurang lebih dua tahun sekali.
Oposisi berikutnya akan terjadi pada 19 Februari 2027. Namun, kecerahan Mars pada oposisi 2027 tidak akan seterang oposisi 2025, karena saat itu Mars berada lebih jauh dari Matahari dan Bumi dibandingkan oposisi sebelumnya.
Pada tahun 2026 ini, Mars akan kembali muncul di langit pagi. Di Belahan Bumi Selatan, Mars mulai terlihat sejak akhir Februari 2026, sedangkan di Belahan Bumi Utara sekitar April atau Mei 2026.
Pada awal kemunculannya, Mars akan tampak redup dan berada rendah di langit timur menjelang fajar. Namun, seiring berjalannya waktu dan jarak Bumi semakin mendekati Mars, kecerahannya akan meningkat.
Menjelang akhir 2026, Mars akan berpindah ke langit malam dan terlihat semakin terang. Salah satu momen menarik terjadi sekitar 15 November 2026, ketika Mars melintas dekat dengan planet Jupiter.
Sumber: Earth Sky.
Pada 16 Januari 2025, langit malam akan menjadi lebih istimewa karena Mars akan berada dalam posisi terbaiknya untuk diamati dari Bumi. Fenomena ini dikenal sebagai oposisi Mars
Blazar merupakan objek paling bercahaya di alam semesta dan diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif.
Salah satu sorotan utama adalah planet Jupiter yang terlihat dengan badai raksasa berwarna merah atau Great Red Spot, dengan ukuran yang bahkan lebih besar dari Bumi.
Simak skenario sains jika Matahari menghilang. Dari kegelapan dalam 8 menit hingga pembekuan total Bumi dan nasib akhir umat manusia.
Merkurius tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi. Atmosfernya sangat tipis dan terdiri dari partikel-partikel seperti oksigen, natrium, hidrogen, helium, dan kalium.
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved