Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Situasi yang sudah kondusif menjadi salah satu pertimbangan dibukanya barikade
Selain kaca di posko penjagaan yang rusak, salah satu anggota Brimob juga terluka.
Sebelumnya, Mustofa menyebarkan hoaks remaja Harun Rasyid, 15, tewas di Komplek Masjid Al Huda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mustofa menyebut Harun tewas disiksa aparat kepolisian.
Pihaknya pun telah memeriksa isi ransel yang berisikan satu buku tafsir, satu Alquran kecil, satu air mineral dan satu botol obat.
Penanganan peserta unjuk rasa harus dilakukan dengan bijak dan tidak menggunakan kekerasan, namun bisa dilakukan pengecualian terhadap perusuh dengan terukur
Warga menyampaikan semangat dan dukungan dengan memberikan bunga mawar merah kepada aparat keamanan di depan gedung Bawaslu RI
Personel polisi masih disiagakan untuk mengamankan sejumlah titik rawan. Seperti depan kantor Bawaslu, Gedung KPU dan Gedung DPR/MPR/DPD
Masyarakat dan kader HMI diminta tidak terprovokasi oleh isu elite politik yang tidak menerima hasil rekapitulasi KPU
Peristiwa kericuhan pada aksi unjuk rasa penolakan hasil Pilpres 2019 sudah di desain
Polri juga menduga beberapa insiden yang menyebabkan kericuhan merupakan settingan dan massa anarkis itu diduga merupakan massa bayaran.
"Bila memiliki BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), ditanggung BPJS. Bila tidak (memiliki), Pemprov DKI Jakarta akan menanggung biaya perawatan di RS."
Sekitar pukul 23.00 WIB, tiba-tiba sekelompok massa berjumlah ratusan orang muncul di depan Gedung Bawaslu dan merusak kawat pembatas berduri.
Polisi yang bertugas menjaga aksi unjuk rasa dipastikan tidak dibekali peluru tajam
Argo memastikan polisi tidak dibekali peluru tajam.
Pada tubuh korban meninggal ditemukan bekas tembakan peluru karet.
KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tindakan yang meresahkan masyarakat yang dilakukan gangster di bulan Ramadan ini menurun.
Pengalihan arus itu terkait keamanan aksi 22 Mei.
Massa yang melempari batu tampak masih di bawah umur. Mereka berjumlah ratusan orang.
Rabu (22/5) pagi, sekelompok massa berusaha mendekat ke Asrama Brimob namun dihalau sejumlah aparat keamanan dan gabungan yang berjaga di sekitar lokasi.
Terlihat warga masyarakat umum mulai melintas untuk beraktivitas.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved