Bologna vs Aston Villa, Vincenzo Italiano: Mereka Punya "Gigi Ekstra" dan Calon Juara

Thalatie K Yani
17/4/2026 06:23
Bologna vs Aston Villa, Vincenzo Italiano: Mereka Punya
Pelatih Bologna Vincenzo Italiano(Bologna)

PERJALANAN luar biasa Bologna di kancah Eropa harus berakhir pahit di Villa Park. Pasukan Rossoblu dipaksa menyerah dengan skor telak 4-0 (agregat 7-1) oleh Aston Villa pada leg kedua perempat final Liga Europa, Jumat (17/4) dini hari.

Meski menelan kekalahan telak, pelatih Vincenzo Italiano menegaskan pencapaian timnya musim ini tetap melampaui ekspektasi. Bologna sukses menembus babak perempat final setelah sebelumnya hanya menargetkan lolos dari fase liga.

Eksperimen Taktik yang Gagal

Dalam laga ini, Italiano melakukan kejutan dengan menukar posisi bek sayapnya, Joao Mario dan Juan Miranda. Namun, strategi ini gagal meredam agresivitas tuan rumah.

"Menganalisis pertandingan ini terasa berlebihan," ujar Italiano kepada Sky Sport Italia. "Kami mencoba sesuatu yang berbeda dengan menukar posisi bek sayap karena Villa sangat baik dalam mempertahankan kotak penalti saat lawan mencapai garis gawang. Idenya adalah agar kami bisa memotong ke dalam dengan kaki terkuat saat bertahan."

Namun, Italiano mengakui bukan taktik yang menjadi penyebab utama kekalahan, melainkan efektivitas luar biasa dari lawan. "Aston Villa sangat klinis, mereka mencetak gol dari setiap peluang. Ketika mereka mencetak gol di kesempatan pertama dan agregat menjadi 4-1, semuanya menjadi jauh lebih sulit."

Pujian untuk Aston Villa

Italiano tidak ragu menyebut Aston Villa berada di level yang berbeda. Uniknya, satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan Bologna di Liga Europa musim ini hanyalah tim asuhan Unai Emery tersebut.

"Kita harus mengambil pelajaran dari perjalanan ini dan mengakui saat ini Aston Villa memiliki 'gigi ekstra' (keunggulan) dibandingkan kami. Mereka mungkin lebih pantas berada di Liga Champions daripada Liga Europa, dan saya yakin mereka akan memenangkan trofi ini," lanjut sang pelatih.

Bologna sendiri sempat memiliki harapan saat Federico Ravaglia menepis penalti Morgan Rogers. Namun, kegembiraan itu sirna seketika ketika Emiliano Buendia mencetak gol sesaat setelah situasi tersebut melalui skema lemparan ke dalam. Gol dari Ollie Watkins, Rogers, dan tendangan voli akrobatik Ezri Konsa akhirnya melengkapi penderitaan tim tamu.

Fokus Kembali ke Domestik

Dengan tersingkirnya Bologna dan posisi mereka yang masih tertahan di papan tengah Serie A, Italiano berharap para pemainnya segera bangkit untuk menghadapi Juventus akhir pekan nanti.

"Kami kebobolan lewat lemparan ke dalam hari ini. Itu adalah pelajaran bahwa Anda tidak boleh menghadiahkan gol di level seperti ini. Namun, mencapai perempat final adalah hal yang sangat positif bagi kami," pungkas Italiano.

Kekalahan ini memastikan tidak ada wakil Italia yang tersisa di kompetisi tersebut. Di babak semifinal, akan tersaji duel sesama tim Inggris saat Aston Villa berhadapan dengan Nottingham Forest, sementara bagan lainnya mempertemukan Braga dengan Freiburg. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya