Arbeloa Sebut Kartu Merah Kontroversial Hancurkan Real Madrid

Khoerun Nadif Rahmat
16/4/2026 13:37
Arbeloa Sebut Kartu Merah Kontroversial Hancurkan Real Madrid
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa.(Dok. AFP/Pozo)

KEKALAHAN menyakitkan harus diterima Real Madrid setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Bayern Munich. Keputusan kontroversial wasit yang mengusir Eduardo Camavinga di menit-menit krusial menjadi sasaran kritik.

Madrid takluk 3-4 pada leg kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (16/4) dini hari dan kalah agregat 4-6.

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai kartu merah menjadi titik balik yang merusak jalannya pertandingan yang sebelumnya berjalan sengit dan berimbang.

“Sulit dipercaya seorang pemain bisa diusir karena situasi seperti itu di laga sebesar ini,” ujar Arbeloa.

“Kami sangat kecewa, marah, dan frustrasi. Ini adalah pertandingan yang menentukan musim kami," tambahnya.

Camavinga, yang masuk sebagai pemain pengganti, menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat. Kartu kuning kedua diberikan setelah ia dianggap menghambat restart permainan usai melanggar Harry Kane. Saat itu, agregat masih imbang dan laga terbuka untuk kedua tim.

Namun, setelah Madrid bermain dengan 10 orang, Bayern memanfaatkan situasi dengan mencetak dua gol cepat di akhir laga melalui Luiz Diaz dan Michael Olise.

Die Roten menutup pertandingan dengan kemenangan 4-3 (agregat 6-4) dan melaju ke semifinal untuk menghadapi Paris Saint-Germain (PSG). Arbeloa bahkan mempertanyakan keputusan wasit secara lebih tajam.

“Saya rasa wasit bahkan tidak sadar bahwa Camavinga sudah mendapat kartu kuning sebelumnya. Keputusan itu merusak pertandingan yang sebenarnya berjalan luar biasa,” katanya.

Reaksi keras juga datang dari para pemain Madrid. Jude Bellingham menyebut keputusan tersebut sebagai lelucon.

Di sisi lain, kubu Bayern memiliki pandangan berbeda. Penyerang Luis Díaz menilai wasit sudah mengambil keputusan tepat.

“Kami ingin mengambil tendangan bebas dengan cepat, tetapi dia menahan bola. Saya pikir keputusan itu benar,” katanya.

Bagi Real Madrid, kekalahan itu memperpanjang periode tanpa trofi besar. Dengan posisi di liga domestik juga tertinggal, musim ini berpotensi menjadi tahun kedua berturut-turut tanpa gelar utama. Situasi ini menambah tekanan terhadap Arbeloa dan skuadnya. (AFP/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya