Madrid Berpotensi tanpa Trofi, Arbeloa di Ujung Tanduk

Dhika Kusuma Winata
16/4/2026 12:45
Madrid Berpotensi tanpa Trofi, Arbeloa di Ujung Tanduk
Pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Rabu (15/4/2026).(UEFA.com)

MUSIM 2025/2026 berpotensi menjadi catatan buruk bagi Real Madrid. Kekalahan dari Bayern Muenchen di perempat final Liga Champions, Kamis (16/4), tidak hanya menghentikan langkah di Eropa tetapi juga memperbesar peluang Los Blancos mengakhiri musim tanpa satu pun trofi.

Situasi itu jarang terjadi dalam sejarah modern klub. Di La Liga, Madrid tertinggal sembilan poin dari Barcelona dan hanya menyisakan tujuh pertandingan sehingga peluang membalikkan keadaan terbilang tipis.

Situasi itu menempatkan pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa dalam tekanan serius. Dalam kultur klub yang terbiasa menang, kegagalan hampir selalu berujung konsekuensi.

Sejarah mencatat, pelatih seperti Manuel Pellegrini dan Zinedine Zidane pernah meninggalkan kursi kepelatihan setelah musim tanpa trofi. Pasalnya, Madrid bukan klub yang akrab dengan kegagalan. 

Dengan koleksi 15 gelar Liga Champions dan 36 trofi La Liga, standar yang ditetapkan selalu tinggi. Bahkan dalam musim yang kurang sukses, mereka biasanya tetap mengamankan gelar sekunder seperti Piala Super Eropa atau Piala Dunia Antarklub.

Musim ini menjadi inkonsistensi Madrid sejak awal di bawah asuhan Xabi Alonso. Sempat membawa Madrid unggul di klasemen setelah kemenangan atas Barcelona, performa Los Blancos menurun dengan rentetan tanpa kemenangan. Kekalahan di Piala Super Spanyol menjadi titik balik yang berujung pada pengunduran dirinya.

Arbeloa kemudian masuk sebagai pengganti tetapi awalnya pun tidak mulus setelah tersingkir di Copa del Rey oleh tim divisi bawah.

Di Liga Champions, Madrid sempat menunjukkan karakter khas mereka yang sulit ditumbangkan. Namun, momentum hilang akibat detail kecil pada leg kedua perempat final. Kartu merah Eduardo Camavinga melawan Bayern menjadi titik balik diikuti dua gol cepat lawan yang memastikan eliminasi.

“Real Madrid akan kembali mengakhiri musim ini tanpa trofi. Anda bisa bersimpati kepada Alvaro Arbeloa. Rencana permainannya sebenarnya sangat baik, tetapi beberapa momen kecil merugikan Real Madrid," ujar mantan winger Madrid Steve McManaman kepada TNT Sports.

Jika Madrid benar-benar tanpa gelar, ini akan menjadi kali pertama dalam 16 tahun mereka melewati dua musim beruntun tanpa trofi utama.

Arbeloa menegaskan misinya bukan membuktikan diri sebagai pelatih hebat melainkan membantu tim semaksimal mungkin. Pergantian ke Alonso sempat diharapkan membawa struktur permainan baru tetapi proyek itu terhenti di tengah jalan. Sementara itu, Arbeloa mewarisi tim yang belum sepenuhnya stabil baik secara taktik maupun mental.

Madrid tidak pernah secara terbuka menjelaskan durasi kontrak Arbeloa. Kontraknya diperkirakan berlaku hingga akhir musim 2026/2027.

Meski demikian, Arbeloa tetap menunjukkan loyalitas tanpa syarat. Dia mengaku siap apa pun keputusan klub nantinya.

“Ini pertandingan yang menentukan musim kami. Saya yang bertanggung jawab atas kekalahan ini dan siap menerima konsekuensinya. Saya akan memahami keputusan apa pun dari klub. Saya mencintai klub ini lebih dari diri saya sendiri,” ucap Arbeloa. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya