Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MIKEL Arteta kembali membuktikan kapasitasnya sebagai taktisi kelas wahid. Menghadapi Inter Milan di kandangnya yang angker, Giuseppe Meazza, Arteta secara mengejutkan memarkir beberapa pilar utama dan memberikan panggung kepada Gabriel Jesus. Hasilnya? Pemain asal Brasil yang baru pulih dari cedera panjang itu tampil meledak dengan mencetak dua gol krusial.
Sebelum laga ini, Gabriel Jesus lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan akibat cedera lutut parah yang membekapnya selama hampir setahun. Namun, di tangan Arteta, laga melawan Inter menjadi ajang pembuktian bahwa sang striker belum habis. Jesus mencetak gol pembuka pada menit ke-10 setelah memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Jurrien Timber.
Inter sempat membalas lewat tendangan jarak jauh Petar Sucic di menit ke-18, namun kedewasaan bermain Jesus membuat Arsenal kembali unggul di menit ke-31. Menerima umpan manis dari Leandro Trossard, pemain lain yang sering berotasi di skuad utama, Jesus menyundul bola dengan akurat yang tak mampu dihalau Yann Sommer.
"Ini adalah malam impian. Saya bukan anak kecil lagi, saya mengerti sepak bola sekarang," ujar Jesus penuh emosi usai laga.
Dominasi Arsenal tidak berhenti di babak pertama. Meski ditekan oleh Lautaro Martinez dkk, lini belakang Arsenal yang dikomandoi William Saliba tampil sangat disiplin. Puncaknya, Viktor Gyokeres, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, melepaskan tembakan roket pada menit ke-84 untuk mengunci kemenangan menjadi 3-1.
Keputusan Arteta memasukkan Gyokeres saat pertahanan Inter Milan mulai kelelahan menunjukkan betapa dalamnya kedalaman skuad Meriam London musim ini. Rotasi ini tidak hanya menjaga kebugaran pemain inti menjelang laga besar melawan Manchester United akhir pekan nanti, tetapi juga memberikan pesan jelas kepada rival-rival di Eropa bahwa Arsenal memiliki 'dua tim' yang sama mematikannya.
| Statistik | Inter Milan | Arsenal |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 3 |
| Penguasaan Bola | 48% | 52% |
| Total Tembakan | 11 | 14 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 4 | 7 |
| Penyelamatan Kiper | 4 | 3 |
Dengan kemenangan ini, Arsenal kokoh di puncak klasemen fase liga Liga Champions dengan poin sempurna 21 dari tujuh pertandingan. Mereka menjadi tim pertama yang memastikan diri lolos ke babak 16 besar dengan status juara grup, meski masih menyisakan satu pertandingan lagi.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Inter Milan memimpin klasemen Serie A 2025/2026 dengan 79 poin. Napoli memangkas jarak, sementara Como mengejutkan dengan menembus posisi lima besar.
Inter Milan ditahan imbang Torino 2-2 dalam lanjutan Serie A. Meski sempat unggul dua gol, skuat Christian Chivu gagal bawa pulang poin penuh.
Prediksi Torino vs Inter Milan di Serie A. Simak analisis kekuatan, head-to-head, dan perkiraan susunan pemain kedua tim di sini.
Lazio melaju ke final Coppa Italia 2026 untuk menantang Inter Milan setelah menang adu penalti dramatis atas Atalanta berkat aksi heroik Edoardo Motta.
BEBERAPA pemain Inter Milan yang tidak disebutkan namanya dilaporkan termasuk di antara para bintang Serie A yang terlibat dalam skandal jaringan prostitusi.
Drama di San Siro! Petar Sucic jadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas Como. Simak komentar sang gelandang soal mentalitas pantang menyerah Inter.
Saksikan duel Atletico Madrid vs Arsenal di semifinal Liga Champions. Cek jadwal, prediksi, dan link live streaming Atletico Madrid vs Arsenal di sini.
Kepastian ini didapatkan setelah Arsenal bermain imbang 0-0 pada leg kedua babak perempat final melawan Sporting CP di Stadion Emirates, Kamis dini hari WIB.
Mikel Arteta tegaskan Arsenal incar kemenangan atas Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 demi gelar perdana.
Prediksi Atletico Madrid vs Arsenal di semifinal Liga Champions. Diego Simeone hadapi Mikel Arteta di Civitas Metropolitano.
Catatan masa lalu memang belum berpihak. Final satu-satunya pada 2006 berakhir pahit saat takluk dari Barcelona.
Simeone tak menutup mata terhadap situasi tersebut. Menurutnya, satu-satunya cara meredam kekecewaan ialah dengan meraih kemenangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved