Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam pemain diaspora timnas Indonesia kini berstatus bebas transfer alias tanpa klub. Mereka diharapkan tetap berkarier di level tinggi demi jam terbang dan menjaga kualitas.
Terbaru, Swansea City secara resmi melepas Nathan Tjoe A On. Nathan bukan satu-satunya pemain keturunan Indonesia yang saat ini berstatus tanpa klub.
Total ada enam pemain diaspora lainnya yang sedang dalam status bebas transfer. Mereka ialah Thom Haye, Jordi Amat, Rafael Struick, Justin Hubner, Shayne Pattynama, dan Nathan.
Pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai para pemain tersebut perlu tetap melanjutkan karier di klub-klub Eropa demi menjaga kualitas dan level kompetitif yang tinggi. Pasalnya, Eropa masih dianggap sebagai barometer utama dalam pembinaan dan pengembangan pemain profesional.
"Harapannya semoga mereka tetap bisa bermain di klub-klub Eropa, agar kualitas mereka bisa meningkat. Jujur saja kalau mereka tidak mendapat tempat di klub Liga Eropa, dikhawatirkan bakal memunculkan persepsi kemampuan mereka bakal menurun," kata Kesit ketika dihubungi, Kamis (19/6).
Kompetisi yang ketat, ritme pertandingan tinggi, serta standar latihan yang mapan menjadikan liga-liga di Eropa sebagai tempat ideal untuk mengasah kemampuan pemain diaspora. Sebab itu, ujar Kesit, tetap bertahan di Eropa merupakan opsi terbaik yang diharapkan bisa mereka tempuh.
Alternatif lain ialah berkarier di liga-liga top Asia seperti J-League di Jepang atau K-League di Korea Selatan bila peluang di Eropa terbatas. Kompetisi di dua negara tersebut dinilai masih dapat menunjang peningkatan performa pemain diaspora.
"Apapun, klub Eropa tetap menjadi acuan untuk penguatan performa pemain. Kalau pun mereka tidak main di Eropa, bisa bermain di klub-klub Liga Jepang atau Korea, mungkin masih oke," ungkapnya.
Di sisi lain, klub-klub Liga 1 di Tanah Air juga mulai diisukan tertarik memboyong pemain naturalisasi timnas tersebut. Hanya saja, imbuh Kesit, jika para pemain tersebut memilih ke liga Indonesia, muncul kekhawatiran terjadinya penurunan kualitas permainan akibat perbedaan tingkat persaingan.
Hal itu dikhawatirkan pula dapat berdampak jangka panjang terhadap kontribusi mereka di level timnas.
"Kalau akhirnya harus bermain di liga Indonesia ya apa boleh buat. Tanpa mengecilkan kualitas liga kita, saya khawatir kemampuan pemain-pemain yang sebelumnya berkiprah di Eropa bakal menurun karena perbedaan tingkat kompetitif antara liga di Eropa dengan liga Indonesia," tukas Kesit. (I-3)
Kemlu RI pastikan kondisi WNI usai gempa M 7,4 dan ancaman tsunami di Jepang Utara. Simak hotline darurat KBRI Tokyo dan situasi terkini di Aomori-Iwate.
Ayu Kynbraten, gadis berdarah Minang, sukses jadi finalis Miss Universe Norway 2026. Pesona, advokasi, dan kisahnya bikin bangga Indonesia.
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan dialog strategis bersama 84 akademisi diaspora Indonesia di Australia.
SUATU sore di Baie de l’Orphelinat, di salah satu teluk di Kota Noumea, puluhan diaspora Indonesia, umumnya keturunan Jawa, berkumpul.
Janice Tjen cetak sejarah di Australian Open 2026 usai tumbangkan Leylah Fernandez. Dukungan diaspora Indonesia di ANZ Arena jadi pemicu mental.
Gelandang Madura United Jordy Wehrmann mengungkapkan keinginannya membela Timnas Indonesia usai laga kontra Persebaya. Simak profil dan harapannya.
PSSI menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi pemain keturunan yang kini membela Timnas Indonesia telah dilakukan secara sah dan sesuai peraturan hukum di Indonesia.
AFC menjatuhkan sanksi berat kepada timnas Malaysia akibat penggunaan pemain ilegal. Harimau Malaya gagal lolos ke Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Cek detailnya!
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
Data 2020-2025 menunjukkan sebagian besar permohonan WNA dan anak hasil perkawinan campuran ditolak, menegaskan nilai tinggi status WNI.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved