Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FOOTBALL Institute merilis hasil riset soal kualitas Liga 1, Liga 2, dan Elite Pro Academy (EPA) berbasis data pelanggaran disiplin dan hasil putusan sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI musim 2023/2024. Komdis PSSI mendapat sorotan berdasarkan riset tersebut.
Temuan Football Institute yang dirilis di Jakarta, Selasa (9/7), mencatat selama musim 2023/2024 Komdis cenderung memberikan hukuman denda dan terjadi sejumlah pemberian sanksi yang dinilai ganjil.
Di Liga 1, denda menjadi hukuman yang paling sering diberikan dengan 61,47%. Hal yang sama berlaku di Liga 2 dengan 60% serta di EPA 57%.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenpora Gencarkan Perlindungan Atlet Berprestasi
Founder Football Institute Budi Setiawan menyebut kinerja Komdis harus dievaluasi. Hal itu lantaran posisi mereka sebagai penegak aturan.
"Ini jadi bagian evaluasi kompetisi musim lalu. Untuk Komdis, mereka itu ibaratkan Kapolri, Kepala BIN, dan Kepala Kejaksaan di PSSI. Ini bukan wajah Erick Thohir, ini wajah konsensus bersama Exco. Absurd ini," kata Budi.
Budi juga mengungkapkan Komdis PSSI sekarang berbeda dengan kepengurusan pada 2008 lalu. Ketika itu, Komdis kerap menggelar konferensi pers selepas sidang namun saat ini tidak pernah lagi dilakukan.
Baca juga : Klub Liga 2 yang Beri Suap untuk Atur Skor Kini Berada di Liga 1
"Pada 2008 sampai 2014, Komdis selalu preskon dulu selepas sidang, pas zaman Hinca Pandjaitan. Sekarang, per 2016 mungkin, Komdis tidak mengadakan preskon dan sidang digelar secara tertutup. Bisa digelar terbuka juga padahal," kata Budi.
Soal sanksi yang acap mencuri perhatian, imbuh Budi, di Liga 2 Komdis pernah memberikan hukuman larangan kepada ballboy bernama Hexa Try Kusuma serta denda Rp37,5 juta karena melakukan provokasi kepada pemain ketika laga PSCS Cilacap dan Persekat Tegal.
Komdis juga tercatat pernah menghukum PSDS Deli Serdang dengan larangan pertandingan tanpa penonton satu kali dan denda Rp225 juta karena kombinasi kasus rasisme yang dilakukan penonton dan lemparan botol ke dalam lapangan.
Baca juga : PSSI Dapat 86,5 Miliar, Apa Itu Program FIFA Forward 3.0?
Nilai denda tersebut jauh lebih besar dari denda pelanggaran suporter masuk lapangan dengan yang sebesar Rp15 juta atau kasus pelemparan botol dari tribun ke lapangan dengan nilai denda sebesar Rp10 juta.
Terkait banyaknya sanksi denda dari Komdis PSSI, wartawan senior Erwin Fitriansyah berharap temuan Football Institute ini bisa sampai ke Komdis dan menjadi masukan. Pasalnya, dia menilai hukuman denda kurang memberikan efek jera.
"Hukuman denda ini tidak efektif, ya, karena terulang terus, daripada didenda terus, karena klub itu tidak peduli baik yang paling banyak duitnya maupun semenjana. Suporternya juga tidak aware klubnya kena denda," kata Erwin.
Penggila bola Effendi Ghazali sepakat dengan usulan dan temuan tersebut. Menurutnya, Komdis sejatinya bisa menggelar sidang secara terbuka demi transparansi. Hal itu sama seperti di pengadilan-pengadilan Indonesia yang bisa digelar terbuka.
"Ya contohnya ada pengadilan Vina (kasus Vina Cirebon) yang bisa digelar terbuka. Sekarang, Komdis PSSI juga bisa menggelar sidang terbuka seperti itu," kata Effendi. (Dhk/Z-7)
Kericuhan yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4) tersebut dipicu oleh protes terhadap gol kedua Dewa United yang dianggap offside.
Operator kompetisi, I.League, mengecam keras tindakan tidak sportif tersebut, terlebih karena terjadi di level pembinaan pemain muda.
Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan sanksi berat bagi pemain dan akan evaluasi wasit oleh Yoshimi Ogawa pascakericuhan di Stadion Citarum.
Gelandang Madura United Jordy Wehrmann mengungkapkan keinginannya membela Timnas Indonesia usai laga kontra Persebaya. Simak profil dan harapannya.
Erick Thohir menyebut proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 masih ditunda menyusul perubahan kalender FIFA dan evaluasi AFC.
Tiket FIFA Series tak habis terjual, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai ajang tersebut berbeda dengan piala dunia
Persiapan serius terus dilakukan Persijap Jepara menjelang laga Dewa United vs Persijap pada Week 30 Liga 1 BRI Super League, di Stadion Banten International Stadium Serang, Rabu (29/4)
Simak jadwal dan persiapan Dewa United vs Persijap di Liga 1. Tangsel Warriors incar poin penuh demi perbaiki posisi klasemen.
Hasil dan klasemen Semen Padang vs Madura United, Madura United sukses mencuri poin penuh di markas Semen Padang berkat gol Junior Brandao membawa Sape Kerrab keluar dari zona degradasi
Borneo FC sukses mengalahkan Persik Kediri 1-0 lewat gol tunggal Obieta. Kemenangan ini membawa Pesut Etam ke puncak klasemen BRI Liga 1 2025-2026.
Saksikan duel sengit Persik Kediri vs Borneo FC di BRI Liga 1. Cek link live streaming dan jadwal pertandingan selengkapnya di sini.
Malut United cetak sejarah dengan kemenangan 7-0 atas PSBS Biak. Hendri Susilo ungkap perubahan taktik di babak kedua jadi kunci Laskar Kie Raha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved