Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN Bayern Muenchen merengkuh trofi Liga Champions seusai mengalahkan Paris St Germain, kemarin, menjadi catat an hebat pula buat Hans-Dieter Flick. Itulah puncak kegemilangan yang dia torehkan meski baru 10 bulan menukangi FC Hollywood.
Pelatih yang akrab disapa Hansi- Flick itu memang belum lama menjadi juru taktik Muenchen. Dia ditunjuk sebagai arsitek sementara menggantikan Niko Kovac yang dipecat pada November silam menyusul kekalahan telak 1-5 dari Ein tracht Frankfurt. Inilah kesempatan pertama baginya sebagai pelatih kepala di Bundesliga.
Namun, Hansi-Flick menjawabnya dengan kinerja luar biasa. Bekal pengalaman sebagai asisten pelatih timnas Jerman Joachim Loew selama delapan tahun hingga 2014 berharga betul untuk mengembalikan kejayaan Muenchen. Setelah menguasai titel Liga Jerman dan Piala Jerman, Muenchen menjadi raja Eropa dengan menyabet ‘si Kuping Besar’ untuk keenam kalinya. Sungguh sempurna.
Di bawah besutan Hansi-Flick yang kemudian dikontrak hingga Juni 2023, Die Roten memenangi 33 dari 36 pertandingan. Muenchen juga terbilang sangat produktif dengan melesakkan 42 gol dalam 10 kemenangan beruntun hingga laga fi nal Liga Champions. Mereka bahkan mampu menghancurkan raksasa Spanyol Barcelona 8-2 di perempat final.
Karena itu, tak berlebihan jika puja puji membanjiri pelatih berusia 55 tahun itu. “Kami semua bahagia bahwa kami telah memilih Hansi-Flick dan memberikan kepercayaan kepadanya,” ujar Presiden Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge.
Pujian juga disampaikan penyerang Thomas Mueller yang telah merasakan sentuhan sembilan pelatih selama 12 tahun menyandang kostum Muenchen.
“Penampilan kami tidak pernah sebaik ketika ditangani Pep Guardiola (2013-2016). Hansi-Flick selalu menjadi orang hebat, sangat jelas apa yang dia katakan kepada kami,” ucap Mueller.
“Dia mampu memecahkan masalah kami secepat mungkin setelah tiba. Dia pelatih bagus yang banyak bicara dengan para pemain dan memberikan mereka kepercayaan diri,” timpal gelandang Corentin Tolisso.
Hansi-Flick pun mengaku bangga atas pencapaian skuadnya. Mantan midfielder Muenchen dan Cologne yang gantung sepatu pada usia 28 tahun akibat cedera itu menyebut timnya menunjukkan perkembangan sangat signifikan.
“Ketika saya melihat headline (media massa) pada November, semua yang saya baca menunjukkan tidak ada orang yang takut lagi kepada Bayern. Namun, perkembangan sejak itu sungguh gila,” tandasnya.
Bagi Hansi-Flick, trofi Liga Champions ialah prestasi luar biasa. Apalagi, dia menyamai torehan sejarah pelatih legendaris Muenchen Jupp Heynckes yang sukses mencatatkan treble winners pada 2013.

Sumber: UEFA/AFP/Tim Riset MI-NRC
Hanya saja, Hansi-Flick sedikit kecewa karena kemenangan atas PSG berkat gol tunggal Kingsley Coman di menit 59 tak disaksikan langsung suporter Muenchen. Pertarungan di Estadio da Luz, Lisabon, Portugal, itu memang dihelat tanpa penonton akibat pandemi covid-19.
“Sayang suporter tidak bersama kami hari ini. Mungkin mereka akan kembali di masa mendatang, tetapi pertandingan tanpa penonton seperti ini bukanlah sepak bola yang kita pahami,” ucap Flick.

Sumber: UEFA/AFP/Tim Riset MI-NRC
Tetap bangga
Suasana berbeda terjadi di kubu PSG. Pelatih Thomas Tuchel jelas kecewa, tetapi ia masih bisa berbangga dengan perjuangan pasukannya, termasuk duo penyerang berharga 402 juta euro, Neymar dan Kylian Mbappe. “Kami ingin Neymar dan Kylian mencetak gol, tetapi kami tidak dapat meminta itu setiap waktu. Saya tetap bangga kepada mereka.”
Meski timnya kalah, bukan berarti misi yang diemban Tuchel gagal total. Setidaknya target menjadikan PSG tak hanya menjadi raja Prancis, tetapi juga diperhitungkan di kancah Eropa, lebih jelas tergambar. Keberhasilan Les Parisiens menapaki laga pamungkas Liga Champions tetaplah sebuah prestasi. Pencapaian itu bahkan tak bisa diwujudkan Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, dan Unai Emery meski juga memiliki skuad padat bintang.

AFP/LLUIS GENE
Para pemain PSG tertunduk lemas setelah akhir pertandingan Liga Champions Eropa.
Lolosnya PSG ke final Liga Champions sekaligus menghapus label farmers league yang kerap dilekatkan ke Ligue 1. Nyinyiran untuk kompetisi tertinggi Prancis yang dinilai punya kualitas rendah ketimbang liga-liga top lainnya semisal Liga Primer Inggris, Seri A Italia, La Liga Spanyol, dan Bundesliga Jerman itu setidaknya tereduksi kendati PSG gagal juara. (Dmr/AFP/X-8)
PSG sukses menumbangkan Bayern Muenchen 5-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions lewat performa gemilang Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele.
Duel yang digelar di Stadion Parc des Princes, Paris, ini menjadi ulangan final musim 2019/2020. Namun kali ini kedua tim bertemu di empat besar demi memperebutkan satu tiket menuju partai puncak
Juara bertahan Liga Champions musim lalu, PSG bersiap menjamu Bayern pada laga leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Paris
Prediksi PSG vs Bayern Muenchen di semifinal Liga Champions. Luis Enrique vs Vincent Kompany berebut modal penting di leg pertama.
Luis Enrique akui konsistensi Bayern Muenchen namun tegaskan skuad PSG tetap yang terbaik jelang laga leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes.
PSG sukses menundukkan Angers 3-0 di Ligue 1 meski melakukan rotasi pemain. Gol dari Lee Kang-in, Senny Mayulu, dan Lucas Beraldo bawa PSG unggul 6 poin.
Hujan gol terjadi di semifinal UCL antara PSG vs Bayern Muenchen. Meski kalah 4-5, Joshua Kimmich dkk yakin bisa membalikkan keadaan di Allianz Arena.
Hujan gol terjadi di semifinal Liga Champions! Ousmane Dembele cetak brace saat PSG tekuk Bayern Muenchen 5-4.
Pelatih PSG Luis Enrique memberikan tanggapannya usai laga kontra Bayern Muenchen di Liga Champions 2025/2026.
Bayern sebelumnya memastikan tiket ke semifinal setelah menyisihkan Real Madrid dengan skor agregat 6-4 berkat kemenangan 4-3 dalam leg kedua di Allianz Arena
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved