Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES Luar Biasa (KLB) akan menjadi jalan keluar di tengah hiruk pikuk PSSI yang sedang disibukkan dengan isu pengaturan skor. Sejumlah pejabat PSSI telah dijadikan tersangka oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, termasuk Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum PSSI Joko Driyono.
KLB paling cepat akan digelar tiga bulan setelah diajukan atau bulan Mei mendatang. Mantan pemain Timnas Indonesia (Timnas) Indonesia Imran Nahumarury berharap pemilik hak suara lebih jeli memilih sosok ketua umum yang baru. Setidaknya mereka harus mencintai sepak bola, bukan sekedar hobi.
Baca juga: Masa Depan PSSI di Tangan Pemilik Hak Suara
"Oke kita ganti (KLB). Calonnya siapa? Semua orang berhak untuk mencalonkan diri jika sesuai statuta. Tapi ada tidak Ketua PSSI yang loyal dan cinta? Ingat cinta dan hobi berbeda. Kalau cuma hobi, timnya kalah ya sudah kecewa terus pulang. Tapi kalau cinta apapun situasinya tidak akan pernah pergi," kata Imran saat dihubungi, Sabtu (23/2).
Perihal kans mantan pesepak bola nasional dapat menduduki pejabat teras di PSSI, Imran menilai semua harus realistis. Ia menyebut sosok yang mengerti sepak bola saja tak cukup untuk mengurus PSSI.
"Itu bukan hal yang mudah. Contoh di Eropa ada Davor Suker yang jadi ketua PSSI-nya Kroasia. Tapi kalau dilihat background
-nya, dia akan orang sekolah, punya bisnis segala macem. Saya tak meremehkan teman-teman, tapi kita harus realistis. Di PSSI sekarang ada Danurwindo yang menjadi Direktur Teknik dan memang bidangnya di sana," imbuhnya.
Di sisi lain, mantan pemain Persija Jakarta ini meminta pemerintah tidak lepas tangan begitu saja pasca PSSI terserang badai. Ia menginginkan agar pemerintah khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dapat memberikan dukungan lebih besar kepada PSSI di masa mendatang.
Baca juga: Monchi Ditawarkan Posisi Direktur Olahraga oleh Arsenal
Kemudahan klub-klub dalam berkompetisi hingga dukungan kepada Timnas Indonesia baik berupa dana maupun fasilitas dapat secara masif diberikan.
"Saya sepakat mafia sepak bola perlu kita hajar segala macam. Dan yang terlibat harus legawa. Tapi harus fair juga pemerintah harus memberikan dukungan apa setelah semuanya berakhir? Seperti bantuan dana pembentukan Timnas atau yang lainnya," tutupnya. (OL-6)
Kericuhan yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4) tersebut dipicu oleh protes terhadap gol kedua Dewa United yang dianggap offside.
Operator kompetisi, I.League, mengecam keras tindakan tidak sportif tersebut, terlebih karena terjadi di level pembinaan pemain muda.
Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan sanksi berat bagi pemain dan akan evaluasi wasit oleh Yoshimi Ogawa pascakericuhan di Stadion Citarum.
Gelandang Madura United Jordy Wehrmann mengungkapkan keinginannya membela Timnas Indonesia usai laga kontra Persebaya. Simak profil dan harapannya.
Erick Thohir menyebut proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 masih ditunda menyusul perubahan kalender FIFA dan evaluasi AFC.
Tiket FIFA Series tak habis terjual, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai ajang tersebut berbeda dengan piala dunia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved